sekata.id, TANJUNG – Sebulan terakahir beberapa wilayah di Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Tabalong sudah mulai memasuki musim kemarau.
Musim kemarau yang beriringan dengan cuaca panas ekstrim ini menyebabkan beberapa wilayah di Tabalong dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Setidaknya ada tiga titik wilayah lahan yang telah ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong tepatnya di Kecamatan Kelua, Tanta dan Haruai.
Kalak BPBD Tabalong, Haris Fakrozi mengatakan, bencana Karhutla yang pertama kali ditangani berlokasi di Desa Karangan Putih, Kecamatan Kelua.
“Kejadian di Karangan Putih dekat SMA ada dua kali terjadi yang membakar lahan sekitar dua hektare,” katanya saat ditemui ke ruang kerjanya, Selasa (29/07/2025).
Selain itu, untuk di Tanta, lahan yang terbakar seluas 20×30 meter, sementara peristiwa Karhutla di Desa Mahe Pasar sekitar 1.000 meter persegi.
Ketiga titik lokasi peristiwa kebakaran lahan tersebut, pihaknya juga masih belum menetapkan status siaga darurat bencana karena masih tergolong dapat dikendalikan.
“Kami di Tabalong masih belum ditetapkan statusnya, walaupun dari data info dari BMKG sudah (tanda) merah,” lanjutnya.
Hanya tanda merah di Tabalong tersebut bukan titik bakar, namun titik panas cerobong asap pembangkit listrik perusahaan dan serta pengaruh cuaca panas ekstrim.
“Prediksi cuaca ekstrim ini sampai di awal September yang sebelumnya dari hari ini sampai Agustus,” jelas Haris.
Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pihak provinsi Kalsel terkait kondisi cuaca saat ini dan mensosialisasikan ke masyarakat.
“Besok kami ada rencana ada sosialisasi, tim sudah kami siapkan, kemudian spanduk (imbauan) ke daerah-daerah potensi Karhutla,” tambahnya. (sah)






