sekata.id, TANJUNG – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Tabalong menggelar rapat penguatan gugus tugas kabupaten layak anak (KLA).
Rapat penguatan gugus tugas KLA tingkat Kabupaten Tabalong ini diikuti Sekda Tabalong, Hj Hamida Munawarah, perwakilan unsur Forkopimda, SKPD terkait, para camat, lurah, perusahaan serta Kepala Puskesmas berlangsung di Gedung Informasi Pembangunan, Selasa (01/09/2026).
Kepala Dinsos P3AP2KB Tabalong, H Syam’ani mengatakan, kegiatan ini bertujuan guna memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektoral serta meningkatkan peran masing-masing anggota gugus tugas sesuai dengan tugasnya.
“Ini juga bertujuan agar bisa mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan dalam pemenuhan hak serta perlindungan anak,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, dokumen yang sudah diajukan ke provinsi pada akhir April 2026 dengan penilaian yang dilakukan secara mandiri berada di angka 981.
“Hasil dari verifikasi administrasi provinsi itu turun sedikit menjadi 926, jadi kita masih diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan atau melengkapi dokumen yang masih kurang,” ungkap Syam’ani.
Di kesempatan yang sama, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menjelaskan, bahwa tujuh program prioritas Tabalong Smart sangat mendukung terhadap KLA.
“Kita sudah membuka satu desa satu wifi, di mana dibangun juga RTH ramah anak, ruang bermain. Ini modal kita, jadi itu dimasukkan dan diinput,” jelasnya.
Selain itu, di sektor pendidikan ada program beasiswa yang diberikan mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah pertama (SMP) agar diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan.
“Ini upaya kita melindungi anak-anak di bidang pendidikan. Jadi, keluarga tidak mampu ini sudah kita masukkan agar dia bisa bersekolah,” lanjutnya.
H Fani sapaan akrab Bupati Tabalong berharap penguatan gugus tugas KLA bisa terus semakin solid dan mampu bekerja secara lebih terarah.
“Saya mengajak kita semua untuk membangun lingkungan yang ramah anak mulai dari keluarga, sekolah, desa dan kelurahan hingga lingkungan masyarakat,” harapnya. (sah)






