Edukasi Penanggulangan Karhutla, BPBD Tabalong Bersama Tim Penyuluh Mabes TNI Gandeng Driver Ojol

Sosialisasi penyuluhan dalam penanggulangan Karhutla bagi driver Indojek yang digelar BPBD Tabalong bersama Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI (foto: sah/sekata.id)

 

sekata.id, TANJUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong bersama Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI terus menggencarkan upaya pencegahan Karhutla.

Bacaan Lainnya

Upaya ini dilakukan dengan menggelar sosialisasi tanggap darurat bencana Karhutla dengan mengundang para driver ojek online Indojek yang berlangsung di Aula Kantor BPBD Tabalong, Selasa (15/09/2026).

Sosialisasi tanggap darurat Karhutla bagi para driver ojol disampaikan oleh Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho.

Kalak BPBD Tabalong, Haris Fahrozi mengatakan, sosialisasi ini terkait komunikasi, informasi dan edukasi tentang kebencanaan bagi para ojol.

“Ini upaya kami dalam kesiapsiagaan berbasis masyarakat atau komunitas dalam menghadapi bencana dengan menyampaikan imbauan dan bagaimana memitigasi dampak Karhutla,” katanya.

Diungkapkannya, sebelumnya pihaknya juga sudah melaksanakan sosialisasi ke beberapa komunitas mulai dari kalangan lansia, para ibu-ibu dharma wanita SKPD Pemkab Tabalong.

“Kami kemarin juga ada di kecamatan Tanta mengundang kepala desa, unsur BPD, relawan, hansip, serta tokoh-tokoh pemuda,” ungkapnya.

Dalam beberapa waktu dekat, BPBD Tabalong bersama Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI akan kembali menggelar sosialisasi pada 21 September di Kecamatan Jaro dan 22 September 2026 di Kecamatan Kelua.

“Jadi semua wilayah baik itu selatan, tengah dan utara, kami sasar untuk melakukan penyuluhan regulasi penanggulangan bencana,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho menyampaikan, komunitas ojol mempunyai posisi yang cukup strategis karena para anggotanya sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat dan beraktivitas di berbagai wilayah.

“Rekan-rekan Indojek dapat menjadi mitra dan informan BPBD. Ketika menemukan adanya potensi atau kejadian Karhutla, informasi tersebut dapat segera disampaikan sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” ucapnya.

Menurutnya, peran komunitas tidak hanya sebatas memberikan informasi, namun juga dapat menjadi bagian dari relawan dalam upaya pencegahan bencana.

Sehingga diharapkan para ojol bisa menyampaikan imbauan kepada masyarakat, termasuk kepada para pelanggan yang mereka layani, mengenai bahaya Karhutla serta pentingnya tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami berharap Indojek dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan Karhutla. Dengan mobilitas yang tinggi dan langsung bersentuhan dengan masyarakat, edukasi yang disampaikan tentu akan semakin luas,” ujarnya. (sah)

Pos terkait