sekata.id, TANJUNG – Bimbingan teknis dan Uji Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pelayanan prima (Service Excellence) bagi petugas di RSUD H Badaruddin Kasim Kabupaten Tabalong resmi berakhir, Sabtu (05/09/2026).
Bimtek dan uji kompetensi BNSP ini digelar selama tiga hari mulai 3 sampai 5 September 2026 di Aston Tanjung City Hotel, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong.
Kegiatan ini secara resmi ditutup Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani yang ditandai dengan penyerahan sertifikat BNSP kepada perwakilan peserta.
Direktur RSUD H Badaruddin Kasim Tabalong, Setyawan Andri Wibowo mengatakan, para peserta merupakan perwakilan dari masing-masing unit dan instalasi di rumah sakit.
“Jumlah peserta ada 50 orang dan pelatihan pelayanan prima ini diselenggarakan agar perubahan yang ada di rumah sakit bisa lebih baik setiap melayani masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, pelayanan di rumah sakit menjadi tantangan tersendiri, mengingat masyarakat yang datang umumnya mempunyai permasalahan terkait kesehatan.
Dengan adanya ini, seluruh petugas di rumah sakit diminta agar dapat memberikan pelayanan dengan baik dengan tidak membawa permasalahan pribadi yang mengganggu kinerja dalam layanan.
“Kalau kita datang ke rumah sakit untuk bekerja, tolong semua permasalahan yang ada di rumah ditinggalkan dulu,” jelas Wawan.
Ia juga menambahkan, pihaknya juga mendorong komunikasi dari bawah ke atas untuk menyelesaikan permasalahannya pelayanan.
“Jika ada menemukan kendala, kita susun untuk mencari solusi seperti apa, tindak lanjut seperti apa, bagaimana menyikapi untuk mencari solusi secara bersama-sama,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengatakan bahwa petugas kesehatan di rumah sakit mempunyai tugas yang sangat berat dalam menghadapi pasien.
“Kami menyadari tugas berat di rumah sakit ini, yang datang orang sakit yang pasti membutuhkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Diharapkannya, para peserta yang sudah mengikuti kegiatan ini setelah kembali ke tempat kerja masing-masing dapat menjadi bagian dari perubahan positif di rumah sakit.
“Semoga ilmu, pengalaman, dan kompetensi yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan membawa peningkatan nyata bagi pelayanan kesehatan di Tabalong,” harapnya. (sah)






