sekata.id, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada para ahli waris relawan UPBS.
Santunan ini diberikan kepada relawan yang meninggal dunia di antaranya Muhammad Fauzi dari UPBS Keris Sawa, Suriani dari UPBS Rembakala dan Rijali Rahman dari UPBS Murung Karangan.
Santunan duka cita ini diserahkan langsung Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani kepada perwakilan ahli waris di Balai Dandung Suchrowardi, Senin (07/09/2026).
Kalak BPBD Tabalong, Haris Fahrozi mengatakan, pemberian santunan ini sesuai dengan Pasal 76 Perda Tabalong Nomor 4 Tahun 2022 tentang penanggulangan bencana daerah.
“Jadi, pemerintah daerah dapat memberikan santunan yaitu santunan duka cita dan santunan kecacatan. Santunan tersebut dilaksanakan BPBD,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, jumlah relawan yang terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 330 orang.
“330 orang tersebar di 33 UPBS, tetapi berdasarkan arahan bupati, kami akan meningkatkan jumlah relawan di APBD perubahan 2026 menganggarkan sebanyak 2.150 orang,” ungkapnya.
Terpisah, Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Tabalong Tanjung, Teuku Ilham mengatakan bahwa santunan yang diberikan kali ini sudah keempat kalinya untuk relawan UPBS.
“Ini santunan keempat yang kita berikan kepada relawan UPBS, untuk kasusnya karena meninggal dunia,” katanya.
Dijelaskannya, pemberian santunan dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan setiap kasus meninggal dunia baik karena sakit, kecelakaan dan lainnya akan mendapatkan manfaat santunan Rp42 juta.
Sedangkan, proses klaim santunan untuk jaminan kematian ini dengan jangka waktu pencairan kisaran tujuh sampai 14 hari.
“Selambat-lambatnya 14 hari dicairkan, kecuali jika ada kasus-kasus tertentu, tetapi normalnya tujuh sampai 14 hari,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, salah satu ahli waris, Miliyani (50) warga Puain Kiwa mengaku senang dan merasa sedih karena anak kandungnya sendiri yang meninggal dunia.
“Anak saya meninggal karena kecelakaan saat bekerja menyadap karet,” ucap ibu kandung Muhammad Fauzi relawan UPBS Keris Sawa.
Ia menambahkan, bahwa anaknya memang senang menolong orang, bahwa cepat tanggap jika terjadi peristiwa kebakaran ataupun kejadian lainnya.
“Kalau ada orang tenggelam, kebakaran langsung cepat berangkat. Pokoknya garda depanlah,” tambahnya. (sah)






