Festival Budaya Dayak Maanyan Warukin Tabalong Tampilkan Beragam Seni Tradisional dan Hiburan

Festival Budaya Dayak Maanyan Warukin di Balai Adat, Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong (foto: sah/sekata.id)

 

sekata.id, TANJUNG – Pergelaran seni budaya dan hiburan khas Dayak ditampilkan dalam Festival Budaya Dayak Maanyan, Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong.

Bacaan Lainnya

Festival Budaya Dayak Maanyan Warukin yang kelima kalinya ini bertema Arai Hewu yang berlangsung selama tiga hari mulai 21 sampai 23 Agustus 2026 di Balai Adat, Desa Warukin, Kecamatan Tanta, Tabalong.

Beragam pertunjukan budaya dan hiburan ditampilkan, mulai dari tari-tarian Dayak, festival musik Dayak, pawai culuk, permainan tradisional, stan khas Dayak serta kuliner tradisional.

Hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan Irarami Manyuluh, penampilan tari dari Sanggar Pantingik Nawuraha Nampak, Basurah (bercerita bersama bapak Abed Ego) dan penampilan tari dari Sanggar Tari Sendaring Merdeka serta Sanggar Tari Rairatan.

Di hari kedua, dilanjutkan dengan kegiatan pembukaan, penampilan tari dari Sanggar SMAN 1 Tanta, Sanggar Rairatan Junior, Sanggar Meratus Lestari, lomba permainan tradisional anak.

Lalu, juga ada penampilan tari tradisional dari Sanggar Wadian Tambai, Sanggar Burung Ruai dan Sanggar Komandan serta dilanjutkan penampilan Uyau Moris featuring Poyang Jacko.

Sedangkan hari terakhir, ada penampilan musik Dayak Maanyan, Sindrah Kumanan Isasade (Makan Bersama Dayak Maanyan: Luen Mu’au), perlombaan permainan tradisional dewasa.

Selain itu, juga ada penilaian stan UMKM, pengumuman dan pembagian hadiah lomba, penampilan tari dan penutupan yang menghadirkan Bellacoustic Indonesia.

Ketua Pelaksana, Lisa Dewi Lestari menjelaskan, Festival Budaya ini bertujuan sebagai upaya melestarikan, memperkenalkan dan mengembangkan nilai budaya Dayak Maanyan ke masyarakat luas.

“Ini juga momentum mempererat persaudaraan, membangkitkan rasa bangga terhadap warisan budaya leluhur, meningkatkan kunjungan wisata budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan potensi lokal,” katanya, Sabtu (22/08/2026).

Lisa juga berharap, Festival Budaya Dayak Maanyan ini bisa menjadi agenda resmi yang menjadi identitas Tabalong dan dapat diselenggarakan secara berkelanjutan serta berkembang dari tahun ke tahun.

“Kami juga berharap festival ini dapat dipatenkan dan ditetapkan sebagai agenda budaya resmi yang menjadi identitas Kabupaten Tabalong, sehingga memperoleh perlindungan, pengakuan, dan dukungan yang lebih luas, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional,” harapnya. (sah)

Pos terkait