Siapkan Tenaga Terampil dan Buka Lapangan Kerja, Kepala BLK Tanjung Hadirkan Inovasi Kerabat Dagang

Inovasi Kerabat Dagang dihadirkan guna menyiapkan tenaga terampil yang andal serta membuka lapangan Kerja yang sudah menjalani pelatihan di BLK Tanjung (foto: blk tanjung)

 

sekata.id, TANJUNG – UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Tanjung pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong menghadirkan inovasi Kerja Sama Penyelenggaraan Pelatihan Alat Berat dan Pemagangan (Kerabat Dagang).

Bacaan Lainnya

Kerabat Dagang ini sebagai upaya memperkuat kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus membangun keterhubungan yang lebih kuat antara lembaga pelatihan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Kerabat Dagang diinisiasi Kepala BLK Tanjung, Agoes Noor Zain, ini bukan hanya sekadar sebagai program pelatihan, tetapi sebagai ekosistem penyiapan tenaga kerja yang menghubungkan kebutuhan industri, pelatihan, pemagangan, pengalaman kerja, pengelolaan data tenaga kerja hingga peluang rekrutmen.

Inovasi ini merupakan inovasi pelayanan publik di bidang pendidikan dan pelatihan yang tidak berhenti setelah memperoleh sertifikat, juga diarahkan untuk mendapatkan kesempatan pemagangan di perusahaan mitra yang telah menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemkab Tabalong.

Pemagangan menjadi bagian penting karena memberikan kesempatan kepada alumni untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pelatihan dalam kondisi kerja yang sebenarnya.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, peserta juga memperoleh pengalaman mengenai disiplin kerja, budaya perusahaan, SOP, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), komunikasi, kerja sama tim hingga tuntutan produktivitas.

Agoes menjelaskan, salah satu penguatan utama dalam inovasi Kerabat Dagang adalah integrasi dengan SmartNaker (Sistem Manajemen dan Registrasi Tenaga Kerja Terintegrasi), khususnya dalam pengelolaan data peserta dan alumni pelatihan serta pemagangan.

Melalui integrasi ini, pendaftaran peserta pelatihan dan pemagangan dilakukan melalui SmartNaker sehingga data dapat dikelola secara lebih terstruktur.

Setelah menyelesaikan pelatihan maupun pemagangan, data alumni tetap berada dalam ekosistem pelayanan ketenagakerjaan dan dapat diperbarui sesuai kompetensi serta pengalaman yang dimiliki.

“Pengelolaan data ini menjadi penting karena alumni tidak lagi dipandang sebagai peserta yang selesai setelah memperoleh sertifikat,” jelasnya, Kamis (20/08/2026).

Terkait data kompetensi, riwayat pelatihan dan pengalaman pemagangan dapat menjadi bagian dari database tenaga kerja yang mendukung proses pemetaan ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan kualifikasi tertentu.

“Dengan demikian, SmartNaker berperan sebagai salah satu instrumen untuk menjaga kesinambungan pelayanan kepada alumni,” katanya.

Selain itu, jika terdapat kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, data yang tersedia dapat membantu Dinas Tenaga Kerja melakukan pemetaan calon tenaga kerja berdasarkan kompetensi dan pengalaman yang relevan.

Alumni yang memenuhi persyaratan selanjutnya dapat memperoleh kesempatan mengikuti proses rekrutmen sesuai mekanisme perusahaan.

Agoes juga mengungkapkan, terintegrasi dengan SmartNaker menjadi bagian penting untuk memastikan hubungan antara pemerintah dan alumni tetap berlanjut setelah pelatihan dan pemagangan selesai.

“Kami tidak ingin hubungan dengan alumni berhenti setelah mereka mendapatkan sertifikat. Melalui integrasi dengan SmartNaker, data alumni dapat terus dikelola sehingga kompetensi dan pengalaman yang mereka miliki tetap tercatat dalam ekosistem pelayanan ketenagakerjaan. Ketika ada kebutuhan tenaga kerja, data tersebut dapat membantu dalam pemetaan calon tenaga kerja yang sesuai,” ungkapnya.

Menurutnya, Kerabat Dagang ini dihadirkan dengan pendekatan yang menghubungkan pelatihan, pemagangan, pengalaman, data dan kebutuhan industri, sehingga perusahaan tidak hanya ditempatkan sebagai pengguna lulusan, juga sebagai mitra strategis dalam proses penyiapan tenaga kerja, mulai dari memberikan informasi kebutuhan kompetensi, mendukung pelatihan, menyediakan tempat pemagangan, memberikan pembimbingan dan evaluasi, hingga menyampaikan kebutuhan tenaga kerja.

“Prinsipnya adalah latih, magangkan, tingkatkan jam terbang, data, hubungkan, kemudian rekrut. Jadi, pelatihan menjadi fondasi kompetensi, pemagangan memberikan pengalaman, SMaRTNaker menjaga keterhubungan data alumni, dan perusahaan menjadi bagian dari proses untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Diketahui, Kerabat Dagang sekaligus mengubah paradigma pelayanan ketenagakerjaan dari melatih pencari kerja, menjadi menyiapkan tenaga kerja dari kompetensi, pengalaman, jam terbang, hingga kesiapan bersaing dalam rekrutmen.

Keberhasilan inovasi ini pun tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari perkembangan alumni setelah pelatihan, termasuk pengalaman pemagangan, peningkatan jam terbang, kesiapan mengikuti rekrutmen dan peluang memperoleh pekerjaan.

Melalui Kerabat Dagang, Pemkab Tabalong melalui Disnaker dan UPT BLK Tanjung mendorong terbentuknya ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi, berbasis kebutuhan industri dan didukung pengelolaan data tenaga kerja yang berkelanjutan.

Dengan konsep ‘Latih, Magangkan, Tingkatkan Jam Terbang, Data, Hubungkan, Rekrut,’ inovasi ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja lokal yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga pengalaman nyata, data yang terkelola, serta daya saing yang lebih kuat untuk memasuki pasar kerja di Kabupaten Tabalong maupun di luar daerah. (sah)

Pos terkait