sekata.id, TANJUNG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong terus mendorong transformasi pelayanan publik melalui berbagai inovasi yang tidak hanya berorientasi pada digitalisasi, juga dalam penyelesaian persoalan nyata di bidang ketenagakerjaan.
Ada tiga inovasi yang dikembangkan di antaranya Validasi Online Layanan Pembayaran Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing untuk Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (VOLK-PAD).
Lalu, Sistem Manajemen dan Registrasi Tenaga Kerja Terintegrasi (SmartNaker) serta Peningkatan Ekonomi dengan Pelatihan Konten Kreator dan Ekonomi Kreatif (Peka & Kreatif).
Ketiga inovasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha yang dikembangkan Ramadanni yang merupakan ASN di Disnaker Tabalong.
VOLK-PAD merupakan inovasi untuk memperbaiki pelayanan administrasi pembayaran Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA), khususnya bagi perusahaan yang melakukan perpanjangan RPTKA.
Inovasi ini mengubah pelayanan dari pasif menjadi proaktif melalui koordinasi, edukasi, konsultasi, dan pendampingan kepada perusahaan.
Disnaker Tabalong mengidentifikasi perusahaan pengguna TKA, memverifikasi RPTKA dan wilayah kerja melalui TKA Online, kemudian membantu perusahaan memenuhi dokumen hingga pembayaran melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Langkah ini penting karena masih terdapat perusahaan yang belum memahami bahwa DKPTKA untuk perpanjangan RPTKA dalam satu kabupaten/kota menjadi Retribusi Daerah, bukan PNBP.
VOLK-PAD turut meningkatkan penerimaan daerah dalam perpanjangan RPTKA pada 2024 Rp655.723.218, pada 2025 Rp454.644.278 dan Rp359.496.030 hingga Juni 2026. Seluruh penerimaan tersebut masuk ke RKUD dan menjadi bagian dari peningkatan PAD Tabalong.
Ramadanni menegaskan bahwa inovasi pelayanan publik tidak selalu harus diwujudkan melalui aplikasi baru, namun mengubah menjadi lebih proaktif, komunikatif dan memberikan solusi.
“Perusahaan harus mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai kewajibannya, sehingga kepatuhan lahir karena adanya kepastian hukum dan pendampingan, bukan semata-mata karena penagihan,” tegasnya, Kamis (20/08/2026).
Kemudian, inovasi SmartNaker hadir untuk mengatasi pengelolaan data ketenagakerjaan yang sebelumnya masih tersebar dan belum terintegrasi antarperangkat daerah, desa, maupun kecamatan.
Sistem ini menetapkan prinsip 1 NIK 1 Profil yang memuat data pendidikan, kompetensi, pelatihan, sertifikasi, dan pengalaman kerja. Data tersebut dapat digunakan untuk perencanaan pelatihan, pemagangan, penempatan kerja, serta penyusunan kebijakan.
Sistem juga membantu pemerataan peserta pelatihan dan menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan sesuai kebutuhan kompetensi.
SmartNaker mendukung visi pembangunan daerah Tabalong Smart yaitu mencetak 15.000 tenaga kerja terampil dengan menyediakan data yang lebih akurat mengenai kompetensi dan kebutuhan tenaga kerja.
Terakhir, ada inovasi Peka & Kreatif yang sudah ada sejak 25 Oktober 2025, program ini bertujuan memperluas kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Tabalong.
Program ini juga lahir untuk meningkatkan keterampilan masyarakat usia produktif agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pasar kerja.
Di tengah Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, masyarakat tidak hanya didorong menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan aktivitas ekonomi secara mandiri.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pelatihan konten kreator perdana pada 2023. Dari kuota 50 peserta, tercatat 80 orang mendaftar. Pada 2024, program dilanjutkan melalui pelatihan konten kreator dan kewirausahaan digital.
Pelatihan konten kreator pada 12 sampai 13 Agustus 2024 diikuti 50 peserta terpilih dari 94 pendaftar, sedangkan Pelatihan Pemasaran Digital Dasar pada 14–15 Agustus 2024 diikuti 50 peserta dari 77 pendaftar.
Materi pelatihan meliputi pembuatan konten, fotografi, editing, pemasaran digital, pengelolaan media sosial, Google Maps dan Google Business, pembuatan NIB, Facebook Page, serta Instagram Business.
Peka & Kreatif juga dikembangkan melalui kolaborasi dengan UPTP Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Kominfo Banjarmasin untuk memperkuat kualitas instruktur, trainer, fasilitator, dan metode pelatihan.
“Kami melihat bahwa perkembangan digital bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang. Masyarakat tidak harus selalu menunggu lowongan pekerjaan. Dengan keterampilan yang tepat, mereka bisa menciptakan pekerjaan dan bahkan membangun usaha sendiri melalui ekonomi kreatif,” tutupnya. (sah)





