sekata.id, TANJUNG – Izin operasional Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang dikelola Pondok Pesantren Anwarul Hasaniyyah (Anwaha), Desa Marindi, Kecamatan Haruai diserahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tabalong.
Penyerahan izin operasional LKP Anwaha ini dilakukan Kepala Disdikbud Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana kepada Direktur Pendidikan Ponpes Anwarul Hasaniyyah, Ustaz Syahrani, Rabu (01/07/2026).
Pemberian izin ini merupakan langkah awal bagi Ponpes Anwaha dalam memperkuat pendidikan berbasis keterampilan guna mencetak santri yang berkompetensi sebagai ulama, sarjana, sekaligus pengusaha.
Kepala Disdikbud Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen memperluas akses pendidikan nonformal yang berkualitas sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pemerintah Kabupaten Tabalong, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, berkomitmen penuh untuk terus memperluas akses pendidikan nonformal yang bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pemberian izin operasional kepada LKP Anwaha ini merupakan langkah strategis kita bersama untuk mendukung tujuh program prioritas Bupati dan Wakil Bupati, yaitu mencetak 15 ribu tenaga terampil.
Hal itu mengingat, pendidikan formal saat ini harus didukung dengan penguasaan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha.
“Di era yang penuh tantangan ini, pendidikan formal saja tidak cukup. Kehadiran LKP sangat krusial sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja dan menumbuhkan jiwa wirausaha lokal melalui pelatihan keterampilan praktis atau skill-based learning,” ujar Judid.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Ponpes Anwaha, Ustaz Syahrani mengatakan, izin operasional ini menjadi fondasi pelaksanaan program Santri Tangguh dan Tuntas Anwaha (Satta).
“Program Satta ini dirancang untuk melahirkan lulusan pesantren dengan kompetensi akademik, keagamaan, dan keterampilan vokasi,” katanya.
Ia juga menjelaskan, pada tahun keenam masa pendidikan, santri tidak hanya menyelesaikan pendidikan formal dengan memperoleh ijazah Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) yang terakreditasi A, tetapi juga menjalani praktik penuh sebagai pengusaha sesuai bidang keterampilan yang dipilih.
“Sebagai data dukung kompetensi, para santri juga akan memperoleh sertifikat LKP Anwaha yang telah resmi mendapatkan izin operasional dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong,” jelas Syahrani.
Diketahui, LKP Anwaha membuka 12 program pelatihan keterampilan yakni pelatihan pengelolaan restoran, pengelolaan dan pelayanan travel umrah, pengelolaan minimarket, tata boga, pengelolaan kafe.
Kemudian, pelatihan barbershop, mengemudi, komputer, teknisi listrik, menjahit, mengelas, serta perawatan dan servis berkala kendaraan, termasuk penggantian oli, pembersihan filter, dan mekanik servis ringan.
Melalui program ini diharapkan mampu membekali santri dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus memperkuat kemampuan berwirausaha, sehingga lulusan Ponpes Anwaha tidak hanya siap melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri. (sah)






