sekata.id, TANJUNG – PT Air Minum Tabalong Bersinar (AMTB) Perseroda meluncurkan Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Sarabakawa di Pendopo Bersinar, Pembataan, Tabalong Senin (17/08/2026).
Peluncuran ini dilakukan langsung Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, didampingi Wakil Bupati, Habib Muhammad Taufani Alkaf, Plt Direktur Utama PT AMTB, Anshari Fachmy serta unsur Forkopimda.
AMDK milik PT AMTB ini berlabel Sarabakawa dengan tagline Sumber Mata Air Tabalong dikemas dalam bentuk botol 330 mililiter (ml) dengan mengambil sumber mata airnya di Mabay, Desa Simpung Layung, Kecamatan Muara Uya.
Produk AMDK Sarabakawa ini akan dipasarkan PT AMTB melalui distributor dengan harga Rp35.000 per dus yang berisi 24 botol 330 ml.
Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengatakan, bahwa AMDK Sarabakawa ini produk asli yang bersumber dari mata air Tabalong dengan pH 7,8.
“Jadi ini benar-benar dari mata air Tabalong dan memang dikuasai PDAM Tabalong. Alhamdulillah hari ini melalui perjuangan yang panjang bisa meluncurkan karya putra daerah,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa AMDK ini sudah aman untuk dikonsumsi dengan mendapatkan perizinan mulai dari BPOM, Standar Nasional Indonesia (SNI), ISO hingga Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Ini sudah mengikuti prosedur melalui BPOM yang sudah dilakukan pengecekan, kita daftarkan melalui HAKI untuk sertifikat mereknya, sertifikat halal, SNI, ISO dan izin edar,” tegas H Fani sapaan akrabnya.
Ia juga berharap seluruh SKPD Pemkab Tabalong, camat hingga desa dapat menggunakan AMDK Sarabakawa, sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Kalau kita minum ini (AMDK Sarabakawa), maka akan menambah PAD yang nantinya akan dibangun untuk kesejahteraan masyarakat Tabalong,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Plt Dirut PT AMTB, Anshari Fachmy menjelaskan, proses tahapan mulai dari perizinan, produksi hingga peluncuran ini sudah memakan waktu yang cukup panjang.
“Hari ini kami bisa meluncurkan produk AMDK yang mana ini sudah kami canangkan setahun yang lalu, karena di awal terkendala di HAKI, setelah proses yang panjang ada beberapa perizinan yang diajukan, semuanya telah terbit,” jelasnya.
Diungkapkannya, pabrik pengolahan AMDK Sarabakawa dengan kapasitas mesin yang mampu memproduksi sekitar 500 botol per jam.
“Nanti akan kami maksimalkan untuk selanjutnya, mudah-mudahan AMDK ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ditambahkan Anshar, sumber mata air yang menjadi bahan baku produksi, pihaknya memastikan bahwa tersedia dalam jangka panjang.
“Kalau untuk bahan baku tersedia untuk jangka panjang, karena memang mata air untuk debitnya cukup besar,” tambahnya. (sah)






