Dorong Pelayanan Publik dan Tata Kelola Transportasi, Dishub Tabalong Kembangkan Empat Inovasi

Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong mengembangkan empat inovasi dalam mendorong pelayanan dan tata kelola transportasi (foto: dishub tabalong)

 

sekata.id, TANJUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tabalong terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui berbagai inovasi yang menyasar pengelolaan aset, pelayanan parkir, pengujian kendaraan bermotor serta peningkatan keselamatan lalu lintas.

Bacaan Lainnya

Ada empat inovasi yang dikembangkan Dishub Tabalong di antaranya Sistem Penatausahaan dan Inventarisasi Barang Melalui Quick Response Code (Si Sabar).

Kemudian, ada juga inovasi Daya Guna Lahan (Daguna) Terminal Kelua, AutoSend Notification Uji Berkala Kendaraan (Asentif Uji KIR), dan Laboratorium Uji Laik Jalan (Lab Laja).

Keempat inovasi ini dikembangkan guna menjawab permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pelayanan perhubungan sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

Kepala Dishub Tabalong, Tumbur P Manalu mengatakan, hadirnya keempat inovasi ini sebagai bentuk mendukung kelancaran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini mendukung kelancaran pelaksanaan tupoksi dinas dan penunjang pelayanan pada dinas perhubungan itu sendiri,” katanya, Selasa (18/08/2026).

Inovasi Si Sabar sebagai sarana mempermudah menginventarisasi Barang Milik Daerah (BMD) dengan memberikan identitas berupa barcode atau QR Code di masing-masing barang inventaris.

Sebelumnya, proses identifikasi dan inventarisasi yang masih dilakukan dengan cara pencatatan administrasi serta pemeriksaan fisik secara manual.

Dengan kondisi ini membuat proses pencarian barang membutuhkan waktu, terutama ketika jumlah barang yang harus diperiksa cukup banyak.

Melalui Si Sabar, inventarisasi barang akan dilakukan dengan pemindaian QR Code untuk memperoleh informasi terkait identitas barang, kode barang, lokasi, pengguna, kondisi, tahun perolehan dan informasi pendukung lainnya.

Data inventaris ini juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan verifikasi, pemutakhiran data, tracking, monitoring serta penyusunan laporan pengelolaan BMD.

Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pencatatan manual, mempercepat pekerjaan pengurus barang, meningkatkan akurasi data inventaris serta memperkuat pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan aset daerah.

Lalu, inovasi Daguna bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi lahan terminal Kelua dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Inovasi ini dilatarbelakangi kondisi parkir di sekitar Terminal Kelua yang sebelumnya banyak memanfaatkan bahu Jalan Nasional.

Parkir yang tidak tertata berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan menyebabkan kemacetan, terlebih lokasi terminal berdekatan dengan kawasan pasar.

Melalui inovasi Daguna ini, kendaraan roda dua dan roda empat diarahkan menggunakan lahan parkir di dalam terminal, petugas nantinya melakukan pengaturan agar parkir lebih tertib, mengurangi praktik parkir di bahu jalan, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan terminal.

Pengelolaan parkir tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan penerimaan daerah dari sektor retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, dalam pelayanan pengujian kendaraan bermotor melalui BLUD UPTD Balai Pengujian Kendaraan Bermotor dengan menghadirkan inovasi Asentif Uji KIR.

Inovasi ini hadir karena masih adanya pemilik kendaraan wajib uji yang lupa melakukan pengujian berkala. Sebelumnya, pemilik hanya memperoleh kartu dan sertifikat uji yang mencantumkan masa berlaku, sehingga kesibukan dapat menyebabkan masa uji terlewat.

Melalui aplikasi SIM PKB, Asentif Uji KIR secara otomatis mengirimkan pesan pengingat kepada pemilik kendaraan yang nomor teleponnya telah terdaftar. Pengingat diberikan menjelang berakhirnya masa uji, antara lain pada H-30, H-20, H-0 hingga H+10. Dengan pengingat ini, pemilik kendaraan dapat mengetahui masa berlaku uji dan segera melakukan pengujian berkala.

Pengguna layanan juga dapat menyampaikan pertanyaan terkait pelayanan melalui pesan yang diterima. Inovasi ini diharapkan meningkatkan kepatuhan pemilik kendaraan sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Berikutnya, inovasi Lab Laja diperuntukkan untuk memberikan akses pemeriksaan kondisi teknis kendaraan yang lebih fleksibel dan mudah bagi masyarakat. Pemeriksaan meliputi sejumlah aspek, seperti emisi, lampu, dan sistem pengereman.

Sebelumnya, layanan pengujian lebih terbatas pada kendaraan wajib uji, sehingga masih terdapat kendaraan, khususnya kendaraan nonwajib uji, yang belum melakukan pemeriksaan teknis secara berkala.

Hadirnya inovasi ini, masyarakat dapat memeriksakan kondisi teknis kendaraan sesuai item pengujian yang tersedia. Hasil pemeriksaan diberikan kepada pemilik sebagai informasi dan acuan untuk perbaikan atau pemeliharaan.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, inovasi ini bertujuan membangun kesadaran bahwa pemeriksaan kendaraan merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan berkendara. (sah)

Pos terkait