Kabut Asap Kembali Selimuti Tabalong, Kalak BPBD Pastikan Titik Hotspot Nihil

Kondisi kabut asap di persimpangan Paramaian, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong yang cukup pekat, Kamis (17/09/2026) (foto: sah/sekata.id)

 

sekata.id, TANJUNG – Kondisi kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Tabalong sejak kemarin hingga saat ini, Kamis (17/09/2026) pagi.

Bacaan Lainnya

Hasil pantauan sekitar pukul 11.20 Wita di Persimpangan Paramaian, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, kondisi kabut asap cukup pekat.

Walaupun kondisinya yang masih diselimuti kabut asap, Tabalong tergolong wilayah yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam periode pemantauan kali ini.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan wilayah di luar Tabalong yang lokasinya masih berbatasan, bahkan berdekatan yang nampak cukup banyak terdeteksi titik panas.

Berdasarkan data sistem pemantauan Karhutla resmi yang dikembangkan Kementerian Kehutanan yaitu Sipongi, peta sebaran titik panas kondisinya relatif aman di Tabalong dibandingkan wilayah Kaltim dan Kalteng.

Kalak BPBD Tabalong, Haris Fahrozi mengatakan bahwa berdasarkan citra satelit per 17 September 2026 untuk titik panas terbaru tidak ada terdeteksi.

“Hasil pantauan Sipongi untuk pagi hari ini, titik hotspot di Tabalong nihil,” katanya saat dikonfirmasi.

Ia juga mengungkapkan, hotspot yang nihil di Tabalong ini diperkuat dengan data informasi dirilis secara resmi BMKG Kalsel terupdate per 17 September 2026 pukul 07.00 Wita.

Data BMKG menunjukkan Tabalong untuk jumlah titik hotspot terendah yang hanya ada 14 dengan tingkatan kepercayaan sedang, sedangkan daerah lain ada puluhan titik.

Sebelumnya, data BMKG berdasarkan citra Satelit Himawari pada 16 September 2026 jam 17.00 WITA, ada terdeteksi asap di wilayah Kalsel bagian barat, utara dan sebagian selatan dan timur.

Di mana dari arah pergerakan angin bergerak ke arah barat laut utara, sehingga hampir seluruh wilayah Kalsel khususnya wilayah bagian utara Kalsel di Kabupaten Tabalong terdampak kabut asap yang cukup pekat.

“Jadi dari analisa BMKG terdeteksi adanya asap di wilayah Kalsel bagian barat, utara dan sebagian selatan dan timur, lalu karena ada pergerakan angin membuat asap terbawa sampai ke Tabalong,” ungkap Haris.

Ditambahkannya, meskipun di Tabalong saat ini relatif bersih dari titik api, kewaspadaan tetap ditingkatkan, hal itu mengingat potensi pergerakan angin dan paparan cuaca panas.

“Seperti beberapa hari lalu ada terjadi kebakaran lahan tetapi dengan cepat dapat dikendalikan, sehingga tidak meluas dan tidak meninggalkan asap pekat di lokasi,” tambahnya.

Selain itu, kondisi kualitas udara saat ini sudah sangat tidak sehat bahkan kategori berbahaya, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Apabila harus melakukan aktivitas di luar rumah maka diharapkan selalu menggunakan masker untuk mengurangi dampak terpapar kabut asap,” imbaunya. (sah)

Pos terkait