sekata.id, TANJUNG – Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani memimpin apel gabungan di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), BPKAD, Bapenda, Bapperida, dan Diskominfo.
Apel gabungan ini juga diikuti para asisten, Kepala Diskominfo Tabalong, Eddy Suriyani, Kepala BPKAD, H Husin Ansari, Kepala Bapperida, H Aprianto, serta pejabat lainnya di halaman belakang Setda Tabalong, Senin (04/05/2026).
Bupati dalam arahannya menyampaikan beberapa hal mulai dari permasalahan inflasi, terutama harga BBM dan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi yang ada di masyarakat.
“Jadi masalah harga BBM ini, apakah nanti bersama-sama seperti waktu sebelumnya ada pembatasan lagi dan kita undang lagi SPBU,” ucapnya.
Selain itu, terkait penggunaan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi bagi para aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak membeli karena diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu.
“Surat edaran saya sudah jelas, ASN jangan beli gas melon, karena ini sangat dibutuhkan masyarakat. Jadi beli gas yang lebih besar, ini karena kami ingin tekan harga di pasaran dalam rangka menekan inflasi,” katanya.
Sosok yang akrab disapa H Fani ini juga mengungkapkan, terkait realisasi tujuh program prioritas Tabalong Smart sudah berjalan, walaupun ada efisiensi.
“Jadi mohon pengertiannya terkait dengan kondisi keuangan saat ini, jangan sampai pelayanan terganggu atau terhambat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Terakhir, Bupati juga memberikan bocoran terkait promosi ataupun mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Tabalong.
“Jadi nanti tidak usah ke mana-mana dulu, tanggal 7 atau 8 Mei akan ada pengisian-pengisian jabatan kosong. Tentu karena bergerak (jabatan tinggi pratama), di bawahnya juga bergerak,” tutupnya. (sah)






