Pastikan Kesiapan Tangani Karhutla, Kapolres dan Dandim 1008/Tabalong Monitoring Pusdalops di Kantor BPBD

Kunjungan Kapolres dan Dandim 1008/Tabalong ke Kantor BPBD dalam rangka memastikan kesiapsiagaan Pusdalops (foto: bpbd tabalong)

 

sekata.id, TANJUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong menerima kunjungan Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J dan Dandim 1008/Tabalong, Letkol Inf Alexander Alan Primadi.

Bacaan Lainnya

Kunjungan Kapolres dan Dandim tersebut dalam rangka monitoring kesiapsiagaan Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) di Kantor BPBD Tabalong.

Kalak BPBD Tabalong, Haris Fahrozi menyampaikan, kunjungan Kapolres dan Dandim dalam rangka kesiapsiagaan menghadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menurutnya, kunjungan ini sebagai bentuk kolaborasi, sinergisitas serta koordinasi dalam penanganan Karhutla yang melibatkan seluruh stakeholder, terutama unsur pentahelik.

“Terutama unsur pemerintah, di mana di dalam unsur pemerintah itu ada TNI, Polri, Brimob, Basarnas, Tagana, kemudian BPBD sendiri,” ujarnya, Rabu (26/08/2026).

Ia juga menjelaskan kepada Kapolres dan Dandim terkait Pusdalops untuk pemantauan hotspot atau titik panas serta pengendalian dan penanganan pemadaman Karhutla.

“Kita sampaikan bagaimana kita memantau hotspot, titik panas, dan mengendalikan atau penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Selain itu, Haris juga menyampaikan langkah-langkah yang diambil dalam penanganan Karhutla, termasuk secara teknis peralatan dan sumber daya yang digunakan di lapangan.

“Jadi, apa saja langkah-langkah yang kita ambil, kemudian secara teknis peralatan yang dipergunakan, sumber daya yang dipergunakan, dan juga kita dapat menentukan luas kebakaran hutan dan lahan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, menentukan luasan bencana Karhutla, pihaknya memanfaatkan teknologi berupa drone udara yang secara khusus dapat mengukur luas wilayah yang terdampak kebakaran.

“Penentuan luas Karhutla ini melalui teknologi sekarang yang kita punya di BPBD, yaitu drone udara yang khusus dapat mengukur luasan Karhutla yang terjadi, baik itu lahan maupun hutan,” tambahnya. (sah)

Pos terkait