sekata.id, TANJUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong menggelar simulasi tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta banjir.
penanganan bencana ini diikuti sekitar 180 siswa kelas IV sampai VI dan sejumlah guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Tabalong di Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta guna memberikan edukasi dan pemahaman dalam penanganan bencana.
Kegiatan ini juga dihadiri Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho, Komandan Satbrimob Polda Kalsel, Kompol I Wayan Eka Wijaya, Camat Tanta, Rofik Aziddin, Kapolsek Tanta, Ipda Aris Sufariyadi dan Kades Tanta Hulu, H Muyadi.
Simulasi ini diawali di MIN 5 Tabalong yang melakukan aktivitas belajar seperti biasa, kemudian mendadak ada bencana.
Bencana mendadak ini, jajaran BPBD Tabalong bersama unsur Brimob, TNI-Polri yang datang serta membunyikan sirene peringatan dini.
Selanjutnya, para siswa dikumpulkan ke titik kumpul dengan panduan petugas dengan memperlihatkan jalur evakuasi.
Para siswa dan guru dievakuasi dengan menggunakan unit BPBD dan Brimob untuk dibawa ke tempat pengungsian di Kantor Desa Tanta Hulu.
Di tempat pengungsian, para siswa mengikuti simulasi pemulihan trauma (trauma healing) pascabencana melalui berbagai permainan tradisional, tebak kata agar dapat riang gembira.
Kalak BPBD Tabalong, Haris Fahrozi mengatakan, dalam penanganan bencana terbagi dalam tiga fase yakni prabencana, keadaan darurat dan pascabencana.
“Simulasi hari ini sudah memasuki fase pascabencana, jadi kami di sini memberikan edukasi bagaimana cara mengevakuasi bagi para siswa dan guru,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho menjelaskan, bahwa simulasi ini merupakan bagian dari rangkaian penanggulangan, terutama pascabencana setelah para korban diungsikan.
“Di titik pengungsian dilaksanakan trauma healing bagi anak-anak, supaya psikologisnya tidak terganggu dari akibat dari bencana,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, walaupun simulasi ini bersifat latihan, namun kegiatan ini dapat diimplementasikan apabila terjadi bencana.
“Ini sifatnya latihan, tetapi hal ini bisa diimplementasikan atau dipraktikkan, apabila suatu saat ada bencana,” ungkap Kolonel Riyanto.
Sementara itu, Kepala MIN 5 Tabalong, H Aliansyah menyambut baik diselenggarakannya simulasi tanggap darurat bagi para siswa ataupun guru.
“Kegiatan semacam ini memberikan dampak positif bagi anak-anak kami dalam mengedukasi, membimbing apabila di kemudian hari ada bencana, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ucapnya.
Terpisah, Kades Tanta Hulu, H Muyadi menambahkan, kegiatan simulasi seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak siswa sekolah di wilayah Tanta Hulu.
“Kami dari aparat desa sungguh sangat beruntung sekali dijadikan tempat untuk kegiatan seperti ini dan sangat bermanfaat serta sangat membantu sekali,” tambahnya. (sah)






