Gebyar Maulid Makan Batalam Bakipas Pangeran di Banua Lawas, Bupati Tabalong Harap Masuk Rekor Muri

Stand Gebyar Maulid Makan Batalam Bakipas Pangeran yang berlangsung di Lapangan 17 Mei, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Senin (14/09/2026) (foto: pendim 1008 tabalong)

 

sekata.id, TANJUNG – Gebyar Maulid dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW berlangsung di Lapangan 17 Mei, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Senin (14/09/2026).

Bacaan Lainnya

Gebyar maulid di Banua Lawas berbeda dengan kecamatan lainnya di Tabalong sebab dikonsep dengan mengangkat cagar budaya Makan Batalam Bakipas Pangeran atau makan bersama dalam satu nampan.

Gebyar Maulid Makan Batalam di Banua Lawas dihadiri Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, Wakil Bupati, Habib Muhammad Taufani Alkaf, Wakil Ketua DPRD Tabalong, Hj Noor Farida, Camat Banua Lawas, Arianto, Anggota DPRD Kalsel, serta pejabat lainnya.

Camat Banua Lawas mengatakan bahwa Makan Batalam Bakipas Pangeran masuk dalam warisan budaya takbenda (WBTb) Indonesia yang ditetapkan Kementerian Kebudayaan RI.

“Ini adalah bukti nyata bahwa warga masyarakat Banua Lawas sangat mencintai dan menjaga warisan leluhur bersama pemerintah Kabupaten Tabalong,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, makan batalam ini melibatkan seluruh desa se-Banua Lawas, instansi tingkat kecamatan serta sejumlah sekolah di Banua Lawas.

“Jumlah stand ada sebanyak 22, ada peningkatan dari tahun lalu dan total jumlah talam tahun 2026 ini sebanyak 806 talam. Ini selalu meningkat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, makan batalam ini berpeluang untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) karena sudah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Gebyar Maulid dan Doa Bersama serta Makan Batalam tersebut mengangkat tema Gebyar Maulid dan Doa Bersama Cagar Budaya Makan Batalam di Bumi Pusaka Kecamatan Banua Lawas.

Terkait pengembangan kegiatan menjadi rekor MURI, menurutnya sangat memungkinkan, terlebih Makan Batalam telah mendapatkan pengakuan sebagai WBTb Indonesia.

“Saya kira ini sangat recommended, apalagi Makan Batalam Bakipas Pangeran sudah mendapat pengakuan secara nasional,” tambah Arianto.

Di kesempatan yang sama, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menyampaikan, makan batalam bakipas pangeran ini menjadi satu hal patut disyukuri.

“Ini patut kita syukuri, ini adalah kearifan lokal yang dulunya ada di Kecamatan Banua Lawas yang diakui Kementerian Kebudayaan RI. Kami berharap ini terus dipertahankan, kalau perlu dilestarikan sampai ke anak cucu generasi penerus,” ucapnya.

Menurutnya, makan batalam ini banyak mengandung nilai-nilai religius di antaranya jalinan silaturahmi antar masyarakat, hingga adat menjamu tamu istimewa.

“Nilai-nilai yang terkandung di dalam makan batalam ini ternyata banyak, tadi sudah dijelaskan ada salam, ada silaturahmi, ada menjamu tamu dan ada juga terkait dengan kebersamaan,” ujarnya.

Sosok yang akrab disapa H Fani ini juga berharap agar cagar budaya makan batalam ini lebih ditingkatkan lagi dengan masuk rekor MURI.

“Mudah-mudahan lebih ditingkatkan lagi menjadi Museum Rekor Indonesia, menjadi event yang besar. Jadi ini yang akan kami rapatkan sehingga makan batalam ini gaungnya semakin dikenal luas,” harapnya. (sah)

 

Pos terkait