sekata.id, TANJUNG – Percepatan pelaksanaan pendirian Program Studi di Luar Kampus (PSDKU) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Tabalong.
Progres percepatan pendirian PSDKU ULM yang memanfaatkan bekas bangunan RSUD H Usman Dundrung ini dalam tahapan perizinan yang masuk dalam sistem di Kemdiktisaintek RI.
Direncanakan ada dua program studi yang diusulkan ke Kemdiktisaintek pada PSDKU ULM Tabalong yakni Sarjana 1 Teknik Sipil dan Sarjana 1 Teknik Lingkungan.
Tim PSDKU Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana mengatakan, bahwa tahapan perizinan masuk dalam sistem Kemdiktisaintek pada 30 September 2026 dan sedang proses evaluasi.
“Sampai hari ini kami pantau di sistemnya sudah sedang proses evaluasi dari tim kementerian. Nanti setelah dilakukan evaluasi, keluar hasil rekomendasinya akan ditindaklanjuti dengan kegiatan verifikasi dan validasi lapangan,” katanya, Sabtu (10/10/2026).
Tahapan verifikasi dan validasi lapangan, tima dari kementerian melakukan pencocokan data yang sudah dimasukkan ke dalam sistem Kemdiktisaintek dengan keadaan di lapangan.
“Saat verifikasi nanti akan dilakukan pencocokan terhadap data yang telah kita upload di sistem dengan keadaan faktual di lapangan,” jelasnya.
Judid juga mengungkapkan, pihaknya menargetkan akhir 2026 untuk seluruh proses perizinan sudah terima, sehingga PSDKU ULM Tabalong pada awal 2027 mendatang sudah siap beroperasi.
Setelah menerima seluruh perizinan, direncanakan akan menggelar sosialisasi ke sejumlah satuan pendidikan tingkat SMA maupun SMK sederajat di Tabalong
“Nanti mungkin di Januari sudah mulai kita bisa sampaikan promosi atau pemberitahuan ke masyarakat bahwa PSDKU sudah siap mulai beroperasi di tahun akademik 2027,” ungkapnya.
Di sisi lain, kesiapan bangunan hingga sarana prasarana penunjang PSDKU ULM yang saat ini dikerjakan Dinas PUPR Tabalong sudah memasuki tahapan akhir.
“Setelah dilakukan verifikasi dari PU itu sudah hampir di atas 80 persen untuk pembangunan sarprasnya, tinggal finishing aja lagi,” ujar Judid.
Ditambahkannya, peralatan penunjang perkuliahan di dalam ruangan seperti meja, kursi, sound sistem dan sarana lainnya juga sudah tersedia.
“Mungkin saat ini sedang menyiapkan buku-buku di perpustakaan yang masih dalam proses,” tambahnya. (sah)






