Anggaran Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Capai Rp13,5 Miliar, Pemkab Tabalong Gandeng 677 Penjahit Lokal

Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menghadiri Rakor persiapan pengadaan seragam sekolah gratis di Pendopo Bersinar, Kamis (08/10/2026) (foto: sah/sekata.id)

sekata.id, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong mengalokasikan anggaran belasan miliar untuk pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa tingkat PAUD/TK, SD Negeri dan SMP Negeri sederajat.

Pengadaan seragam sekolah gratis ini dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong dengan anggaran Rp13,5 miliar dengan total siswa pada tiga jenjang pendidikan sebanyak 63.435 siswa.

Bacaan Lainnya

Seragam sekolah yang akan dibagikan ini untuk seragam PAUD/TK, seragam SD Negeri, seragam SMP Negeri, seragam Jumat bagi SD dan SMP Negeri se-Tabalong.

Dalam pengadaan ini, Disdikbud menggandeng 677 orang penjahit di tiga wilayah Tabalong, baik di tengah, selatan, maupun utara, yang akan membuatkan seragam sekolah gratis bagi anak-anak sekolah.

Hasil survei untuk harga dan spesifikasi seragam PAUD/TK seharga Rp250 ribu yang meliputi lambang, peci, kerudung, dasi, bahan kain baju jenis oxford dan celana jenis katun poliester.

Kemudian seragam SD dengan harga Rp275 ribu dan SMP harga Rp300 ribu yang masing-masing meliputi lambang, topi, dasi, gesper, baju jenis kain oxford dan celana jenis kain American drill.

Lalu untuk seragam Jumat SD dengan harga Rp125 ribu dan SMP Rp140 ribu yang masing-masing menggunakan bahan kain katun poliester serta ada lambang Tabalong Smart.

Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengatakan, pihaknya tidak hanya menggandeng penjahit lokal, tetapi juga memberikan pinjaman modal melalui Kredit Tabalong Smart untuk modal pertama dalam pembuatan seragam sekolah.

“Penjahit ini termasuk UMKM juga, jadi kami akan memberikan pinjaman (modal) sampai Rp50 juta bagi penjahit yang mendapat order (pesanan) tanpa bunga, tanpa jaminan dan bebas biaya administrasi,” katanya usai menghadiri Rakor pengadaan seragam sekolah di Pendopo Bersinar, Kamis (08/10/2026).

Ia menjelaskan, pelibatan para penjahit lokal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan penjahit, sehingga pertumbuhan ekonomi di Bumi Saraba Kawa terus meningkat.

“Jadi pengadaan ini tidak dilelang ataupun ada satu perusahaan besar yang mengadakan, tetapi langsung melalui dana BOSDA kami taruh ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Selain itu, H Fani juga mengungkapkan, hasil buatan tangan para penjahit lokal lebih dikenal kalangan masyarakat yang tidak kalah berkualitas dengan produk luar.

“Penjahit lokal bisa memasarkan produknya, jadi kami minta bikin branding di kerah baju nanti ada nama, nomor telepon dan alamat, sehingga kalau mereka menghasilkan produk berkualitas, otomatis orang akan langsung memesan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, para penjahit yang akan terlibat dalam pengadaan seragam ini harus memenuhi ketentuan, yakni ber-KTP Tabalong dan mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Jadi harus ber-KTP Tabalong dan punya NIB yang dikeluarkan PTSP ataupun surat keterangan usaha dari kepala desa atau kelurahan setempat,” tambahnya. (sah)

Pos terkait