Dorong Kemandirian, Puluhan UMKM Binaan SIS Ikuti Pelatihan Pembukuan Keuangan

Kepala DKUPP Tabalong, Soleh didampingi Head External Relation and Security PT SIS, Fecky Ronald Umboh menyerahkan bantuan kemasan untuk UMKM (foto: sah/sekata.id)

sekata.id, TANJUNG – Komunitas Sarang Lebah Tabalong (Sarleta) menggelar pelatihan pembukuan keuangan sederhana dengan Aplikasi SIS Sarleta Manajemen dan Bisnis (Simanis) di Aula Balai Wartawan, Murung Pudak, Tabalong, Kamis (15/10/2026).

Pelatihan dengan aplikasi Simanis ini diikuti 40 pelaku UMKM binaan PT Saptaindra Sejati (SIS) yang tergabung dalam Komunitas Sarleta. Kegiatan ini digelar selama 2 hari mulai 15 sampai 16 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan pelatihan ini dalam rangka menciptakan perubahan, meningkatkan kemampuan, dan mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri. Hal itu mengingat UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Head External Relation and Security PT SIS, Fecky Ronald Umboh mengatakan, pelatihan ini sebagai komitmen perusahaan untuk membangun kemandirian masyarakat, meningkatkan kapasitas, serta menciptakan manfaat jangka panjang.

“Karena itu, pembinaan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui dukungan sarana dan permodalan, tetapi juga melalui peningkatan keterampilan, penguatan manajemen, pemanfaatan teknologi, dan perluasan akses pasar,” katanya.

Menurutnya, pelatihan ini diselenggarakan melihat ada UMKM yang memiliki produk berkualitas dengan pelanggan yang cukup banyak, dan penjualan yang terus meningkat.

Sehingga perkembangan usahanya belum optimal dikarenakan pencatatan keuangan yang belum tertata dengan baik dan sulit mengetahui keuntungan yang diperoleh.

“Ada pelaku usaha yang belum memisahkan uang pribadi dengan uang usaha, sehingga sulit mengetahui kondisi keuangan usahanya secara nyata,” ujar Fecky.

Diharapkannya, pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan dalam mencatat pemasukan ataupun pengeluaran, mengelola arus kas, menghitung keuntungan, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta menyusun laporan keuangan sederhana secara tertib dan sistematis.

“Dengan memanfaatkan Aplikasi Simanis, kami berharap proses pencatatan keuangan menjadi lebih mudah, praktis, dan teratur, sehingga para pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi usahanya dengan lebih baik dan mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Tabalong, Soleh mengatakan bahwa UMKM didorong untuk naik kelas dengan meningkatkan tata kelola keuangan yang baik.

“Sesuai arahan Bupati Tabalong, UMKM harus naik kelas, salah satunya dengan adanya aplikasi ini (Simanis), mudah-mudahan Bapak dan Ibu tidak pusing lagi mencatat secara manual,” katanya.

Ia menambahkan, hal yang tidak kalah penting juga terkait pemasaran produk-produk para pelaku UMKM yang bisa memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Pemasaran juga harus ditingkatkan, jangan sekadar pembukuan saja yang bagus, tetapi pemasarannya yang penting melalui pasar online dan pemerintah juga sudah menyediakan e-katalog,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, PT SIS juga memberikan bantuan dana bagi 22 pelaku UMKM binaan dalam mendukung pengemasan produk olahan UMKM. (sah)

Pos terkait