sekata.id, TANJUNG – Program makan bergizi gratis (MBG) di SDN 2 Hikun, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong sempat mendapat respons positif dari para orang tua siswa.
Namun respons positif tersebut hanya hingga pendistribusian MBG sebelum memasuki bulan suci Ramadhan yang isi menunya sesuai harapan siswa ataupun orang tua.
Berbeda saat bulan Ramadhan, pendistribusian MBG dinilai sebagian para orang tua siswa kurang memenuhi gizi anak.
Di SDN 2 Hikun, setidaknya ada sebanyak 266 siswa penerima manfaat yang didistribusikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hikun.
Adapun menu MBG selama Ramadhan yang masih tetap didistribusikan berbentuk makanan kering berupa telur rebus, buah, roti, susu dan lainnya, namun susu hanya sekali dalam seminggu disuguhkan.
Kepala SDN 2 Hikun, Muhammad Munawar Aulia Hamdi mengatakan, keluhan sebagian para orang tua telah disampaikan melalui PIC atau guru yang ditunjuk untuk mengurus MBG.
“Masalah menu yang diberikan kepada sekolah itu, bisa saja menimbulkan kurang pas bagi orang tua,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).
Ia juga mengungkapkan, meskipun dari pihak Badan Gizi Nasional yang menyatakan bahwa tidak ada paksaan terhadap sekolah untuk menerima MBG, namun belum ada keinginan untuk penghentian layanan.
“Jadi, memang ada beberapa keluhan, tetapi secara prinsip apabila kami ingin melakukan penghentian layanan MBG di SD Negeri 2 Hikun, kami perlu meminta kesepakatan sepenuhnya dengan orang tua siswa sebagai penerima manfaat MBG,” ungkapnya.
Dijelaskan Munawar, keluhan para orang tua terhadap menu makanan MBG yang dinilai kurang tepat ini, khususnya di bulan Ramadhan, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan para orang tua.
“Untuk langkah selanjutnya, mungkin kami perlu mengundang orang tua siswa, apabila keluhan itu semakin besar khususnya di sekolahan kami sendiri,” jelas.
Ia juga menambahkan, secara umum program MBG ini sejak awal didistribusikan oleh SPPG Hikun disambut antusias para siswa.
“Jadi anak-anak di sini lumayan antusias dan juga MBG itu semacam harapan baru lah bagi mereka untuk ke sekolah untuk menambah semangat belajarnya,” tambahnya.
Sementara itu, Korwil BGN Tabalong, Toberko mengatakan, pagu anggaran satu porsi menu MBG sebesar Rp15 ribu, termasuk biaya gaji karyawan, dapur MBG hingga peremajaan alat masak dapur.
“Jadi Rp15 ribu itu bukan untuk anggaran bahan baku saja, tetapi juga termasuk biaya lainnya,” katanya saat dikonfirmasi.
Adapun biayanya satu porsi menu MBG ini yakni untuk balita hingga siswa kelas 3 SD Rp8 ribu, kelas 4 SD sampai SMA, ibu hamil dan ibu menyusui sebesar Rp10 ribu.
“Biaya lainnya, ada gaji karyawan, listrik dan lain-lain Rp3 ribu. Kemudian Rp2 ribu untuk biaya sewa tempat, peremajaan alat masak dan fasilitas dapur, sehingga biaya Rp15 ribu bukan hanya untuk makanan,” tambahnya. (sah)






