sekata.id, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten terus berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, berbasis data, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Upaya ini dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Tabalong dengan menghadirkan berbagai inovasi digital yang dikembangkan sebagai solusi atas tantangan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Adapun inovasi yang dikembangkan ini yakni Sistem Indikator Makro Pembangunan Tabalong (Simantab), Database Inovasi Daerah (Dinda), Sistem Informasi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu dan Terintegrasi (Silangkarr).
Kemudian, Geoportal Integrasi Navigasi Spasial & Informasi Geo-Hub Tabalong (G-Insight) dan Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Perencanaan Pembangunan Daerah (Simolek-Pede).
Kepala Bapperida Tabalong, H Arianto mengatakan, kelima inovasi ini hadir atas kebutuhan nyata untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan.
“Kelima inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan terkait persoalan pembangunan mulai dari perencanaan, pengelolaan data, penanggulangan kemiskinan, pemanfaatan informasi geospasial, hingga monitoring dan evaluasi pembangunan,” katanya, Minggu (19/07/2026).
Inovasi Simantab merupakan sebuah sistem yang membantu pemerintah daerah menyusun target indikator makro pembangunan secara lebih akurat melalui pendekatan analisis statistik dan proyeksi ilmiah.
Sehingga melalui inovasi ini, perencanaan semakin presisi baik itu dalam penyusunan target pembangunan tidak lagi hanya mengacu pada tren tahun sebelumnya, tetapi mempertimbangkan kondisi ekonomi, kapasitas fiskal daerah, faktor eksternal, hingga berbagai skenario pembangunan.
Sistem ini juga dilengkapi analisis ekonomi regional seperti Shift Share, Tipologi Klassen, Location Quotient (LQ), dan Indeks Williamson sehingga menghasilkan perencanaan yang lebih presisi dan berbasis bukti (evidence-based planning).
Lalu, inovasi Dinda sebagai pusat dokumentasi dan pengelolaan inovasi daerah dari masing-masing perangkat daerah yang dilaporkan secara daring sepanjang tahun tanpa harus menunggu periode penilaian.
Sistem ini memudahkan proses verifikasi, pemantauan, penyusunan laporan, hingga mendukung pelaporan Innovative Government Award (IGA).
Kehadiran Dinda juga berhasil membangun budaya inovasi yang lebih berkelanjutan karena seluruh inovasi terdokumentasi dalam satu repositori digital yang mudah diakses dan dikembangkan kembali.
Kemudian, Silangkarr merupakan sistem dalam upaya meningkatkan ketepatan sasaran program penanggulangan kemiskinan dengan menyediakan data masyarakat miskin secara by name by address.
Dengan inovasi Silangkarr ini, masing-masing perangkat daerah menentukan penerima bantuan secara lebih tepat, memantau bantuan yang telah diberikan, serta memperbarui data langsung dari desa melalui aplikasi berbasis Android.
Pemanfaatan Silangkarr mendukung terwujudnya satu data kemiskinan yang akurat sehingga berbagai program pemerintah menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan mudah dievaluasi.
Selain itu, untuk mempercepat pengambilan keputusan, Bapperida juga menghadirkan G-Insight dalam perencanaan pembangunan tidak hanya berbasis angka, tetapi berbasis data spasial yang akurat.
Inovasi ini mengintegrasikan berbagai data geospasial lintas sektor ke dalam satu geoportal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyusunan kebijakan, pengendalian tata ruang, pelayanan investasi, hingga pembangunan infrastruktur.
Melalui G-Insight, proses analisis lokasi pembangunan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini menjadi lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis peta digital. Sistem ini sekaligus mendukung implementasi Kebijakan Satu Peta, pemerintahan digital, serta pembangunan daerah yang lebih presisi dan berkelanjutan.
Terakhir, Simolek-Pede ini memudahkan perangkat daerah melakukan pelaporan capaian indikator pembangunan secara digital dan terintegrasi.
Data yang sebelumnya dikumpulkan secara manual kini dapat dipantau secara real time sehingga mempercepat proses monitoring, evaluasi, dan pengambilan keputusan oleh pemerintah daerah.
Selain meningkatkan ketepatan waktu pelaporan, Simolek-Pede juga memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pengendalian pembangunan daerah.
Arianto menjelaskan, bahwa seluruh inovasi ini bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan menuju sistem pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan berbasis data.
Pihaknya juga akan terus mengembangkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah, memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.
“Melalui penguatan riset dan inovasi, Tabalong optimistis mampu mewujudkan pembangunan yang lebih terarah, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (sah)






