sekata.id, TANJUNG – Para siswa di SMPN 3 Tanta di Kabupaten Tabalong dibekali pembelajaran untuk membuat kain sasirangan khas Kalimantan Selatan melalui metode Sarat.
Metode Sarat ini merupakan program kokurikuler bagi siswa SMPN 3 Tanta untuk mencintai budaya khas Kalsel dengan menggambar motif sasirangan yang diinisiasi Kepala SMPN 3 Tanta, Arika Citra Putri Utami.
Penggambaran motif sasirangan ini, para siswa menggambar tugu obor atau Monumen Tanjung Puri yang merupakan ciri khas Tabalong.
Arika menjelaskan, dalam metode ini siswa akan memulai proses dari awal dengan memahami sejarah sasirangan, menentukan pola, menggambar pola pada kain, menjelujur sampai mewarnai dan mendedel.
“Jadi peserta dalam metode ini yaitu peserta didik mulai Kelas VII sampai IX, mereka secara berkelompok membuat satu kain sasirangan, di mana satu kelompok diisi oleh 3 sampai 4 siswa,” jelasnya, Rabu (01/04/2026).
Dalam penerapannya, para siswa harus memahami sejarah sasirangan, menentukan dan membuat gambar pola pada kain, menjelujur pola dengan jarum dan benang serta menyisit.
Selain itu, tahapan selanjutnya siswa akan melakukan pewarnaan pada kain yang telah disisit dengan benang, mendedel benang pada kain sasirangan hingga menjemur kain sasirangan yang tidak terkena matahari.
Sedangkan, pelaksanaan metode Sarat ini dilakukan setiap Sabtu sesuai dengan jadwal yang direncanakan mulai pukul 09.00 sampai 11.00 Wita.
“Program Sarat dilakukan di sekolah, siswa akan dibimbing oleh perajin sasirangan yaitu Ibu Merry dari UMKM Al Faira Galery dan didampingi oleh para guru SMPN 3 Tanta,” ungkap Arika.
Ia juga menambahkan, melalui program Sarat ini siswa tidak hanya belajar seni, namun melatih kesabaran, ketelitian, dan kedisiplinan melalui proses menyirang yang detail.
“Jadi, timbulnya rasa percaya diri dan kebanggaan saat memakai kain hasil karya sendiri sebagai wujud nyata cinta tanah air serta memiliki keahlian khusus yang bernilai ekonomi sebagai modal kewirausahaan kreatif di masa depan,” tambahnya. (sah)






