sekata.id, TANJUNG – Pendidikan tidak hanya bertujuan membentuk siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, percaya diri dan memiliki kemampuan mengekspresikan diri, khususnya di SMPN 3 Haruai, Kabupaten Tabalong.
Di SMPN 3 Haruai, kegiatan seni sering kali masih dianggap sebagai aktivitas tambahan yang tidak menjadi prioritas dalam pengembangan potensi siswa.
Padahal, potensi seni yang dimiliki oleh siswa di SMPN 3 Haruai cukup beragam, mulai dari seni tari, seni musik hingga seni teater.
Dalam hal ini Kepala SMPN 3 Haruai, Hj Hamdiah menggagas sebuah inovasi Pentas Seni Tiga Ragam (Petasan Tigar) sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas peserta didik di bidang seni tari, musik, dan teater.
Ia menjelaskan, bahwa inovasi ini dilatarbelakangi masih terbatasnya ruang untuk para siswa mengekspresikan bakat seninya.
Selama ini, kegiatan seni di sekolah umumnya hanya dilaksanakan pada momen tertentu dan belum menjadi program pembinaan yang terstruktur.
“Melalui inovasi Petasan Tigar, kami berupaya memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa untuk mengembangkan potensi seni sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam tampil di depan publik,” jelasnya, Sabtu (30/05/2026).
Adapun inovasi ini mengintegrasikan tiga bidang seni yaitu tari, musik dan teater, dalam satu wadah pembinaan yang dilaksanakan secara rutin.
Selain menjadi sarana pengembangan kreativitas, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan kerja sama, disiplin, tanggung jawab serta apresiasi terhadap seni budaya daerah dan nasional.
Sebelum program ini diterapkan, minat siswa terhadap kegiatan seni dinilai masih rendah. Kegiatan seni juga belum menjadi agenda rutin sekolah dan fasilitas pendukung yang tersedia masih terbatas.
Diungkapkannya, setelah Petasan Tigar berjalan, partisipasi siswa dalam kegiatan seni mulai meningkat, bahkan siswa lebih antusias mengikuti latihan dan berani tampil dalam berbagai kegiatan sekolah maupun kegiatan di luar sekolah.
“Jadi keunggulannya dengan konsepnya yang memadukan tiga ragam seni dalam satu program terpadu,” ungkap Hamdiah.
Ia menambahkan, selain wadah pengembangan bagi siswa, inovasi ini juga sebagai sarana pelestarian budaya lokal yang akan ditampilkan dalam setiap pementasan sehingga membantu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya sendiri.
“Kami berharap inovasi ini bisa membentuk budaya sekolah yang kreatif, berkarakter dan berbudaya serta sarana penguatan Profil Pelajar Pancasila sekaligus membuka peluang prestasi bagi siswa di bidang nonakademik,” tambahnya. (sah)






