sekata.id, TANJUNG – Puskesmas Wirang yang berada di Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong meluncurkan ekosistem pelayanan maternal dan neonatal terpadu melalui lima inovasi pelayanan kesehatan.
Program ini merupakan langkah adaptif yang dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi ibu hamil (bumil) dan ibu nifas (bufas), baik dari aspek fisik, proteksi penyakit menular, hingga kesehatan mental sebagai upaya nyata menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Kelima inovasi ini digagas oleh tenaga kesehatan Puskesmas Wirang, yakni Noor Jannah dan Muzakir sebagai bentuk penguatan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, mulai dari pencegahan risiko kehamilan, deteksi dini penyakit menular, hingga pendampingan kesehatan jiwa.
Kepala Puskesmas Wirang, dr Endar Wibowo menjelaskan, AKI dan AKB tidak hanya menjadi indikator pelayanan kesehatan, tetapi juga mencerminkan kondisi sosial masyarakat.
“Jadi, kelima inovasi ini hadir secara terintegrasi agar pelayanan kepada ibu hamil dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” jelasnya, Sabtu (04/07/2026).
Adapun lima inovasi yang dikembangkan di antaranya Kelas Ibu Hamil Andalan Utama Cegah Kematian Ibu dan Anak (Kemilau Cinta Terintegrasi), Flashcard for Maternal Observation and Monitoring (Flash MOM), Jejaring Amanah untuk Deteksi Bumil Berisiko Tinggi dan Pendampingan Berkelanjutan (Jannah), Skrining Inovatif Zero Kasus Infeksi Risiko Malaria pada Ibu Hamil (Sini Zakir Mari Bumil), serta Program Kesehatan Mental Wujudkan Ibu Rentan Aman Nyaman Gembira (PKM Wirang Peduli Bumil dan Bufas).
Melalui Kemilau Cinta Terintegrasi, Puskesmas Wirang memperluas pelaksanaan kelas ibu hamil dengan mengintegrasikan berbagai program lintas sektor.
Program ini juga diperkuat melalui sistem PEKA (Pengingat Kunjungan via WhatsApp/SMS) serta Sinar Cinta (Skrining Ultrasonografi/USG Terencana dan Terstandar) untuk deteksi dini risiko kehamilan.
Lalu, Flash MOM menghadirkan media edukasi berbentuk kartu visual yang dirancang lebih komunikatif sehingga memudahkan ibu hamil memahami materi kesehatan selama masa kehamilan.
Berikutnya, inovasi Jannah dikembangkan sebagai sistem perlindungan dan pemantauan berkelanjutan bagi ibu hamil yang memiliki risiko tinggi sehingga proses pendampingan dapat dilakukan secara lebih optimal.
Pada aspek pencegahan penyakit menular, Puskesmas Wirang menghadirkan Sini Zakir Mari Bumil yang mengintegrasikan skrining malaria ke dalam kegiatan kelas ibu hamil guna mewujudkan wilayah bebas infeksi malaria bagi kelompok rentan.
Selain itu, Puskesmas Wirang juga mengembangkan PKM Wirang Peduli Bumil dan Bufas sebagai layanan kesehatan mental yang mengintegrasikan deteksi dini depresi dan kecemasan pascapersalinan ke dalam pelayanan maternal.
Program ini juga melibatkan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental ibu.
Salah satu inisiator, Noor Jannah mengatakan, selama ini pelayanan kesehatan maternal masih cenderung berfokus pada kondisi fisik, padahal kesehatan mental juga memiliki peran penting dalam proses kehamilan hingga masa nifas.
“Selama ini, layanan kesehatan maternal cenderung berfokus pada kesehatan fisik saja. Lewat integrasi lima inovasi ini, kami di Puskesmas Wirang ingin memastikan para ibu di wilayah Haruai menjalani masa kehamilan hingga nifas dengan aman, nyaman, dan gembira, didukung oleh fisik yang sehat dan mental yang kuat,” katanya.
Melalui penguatan lima inovasi ini, Puskesmas Wirang berharap mampu membangun standar baru pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat puskesmas sekaligus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Tabalong.
Ke depan, inovasi yang dikembangkan diharapkan dapat terus diperluas sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya Kabupaten Tabalong yang lebih sehat dan sejahtera. (sah)






