Optimalkan Pembelajaran Sains Berbasis Digital, Guru SMPN 1 Upau Kembangkan Inovasi B-TEACH

Guru SMPN 1 Upaya mengembangkan inovasi B-TECH dalam meningkatkan literasi sains dan penguasaan teknologi (foto: smpn 1 upau)

sekata.id, TANJUNG – SMPN 1 Upau mengembangkan program inovasi Blue-Tea Electronic Chemistry Hub (B-TECH) sebagai upaya konkret dalam meningkatkan literasi sains dan penguasaan teknologi bagi peserta didik.

Program ini hadir sejak 3 Februari 2026 yang dikembangkan oleh salah satu Guru TIK SMPN 1 Upau, Adikka Qia Fitriasholikah yang juga mengisi tambahan jam mengajar mata pelajaran IPA.

Bacaan Lainnya

Program ini merupakan langkah strategis sekolah dalam memadukan kearifan lokal berupa tanaman Bunga Telang dengan kurikulum berbasis teknologi digital.

Adikka menjelaskan, inovasi B-TECH dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori kimia yang bersifat abstrak dengan praktikum empiris di lapangan.

Para siswa diajak melakukan eksperimen komparatif guna membandingkan kandungan pH serta kualitas antara pewarna alami dari Bunga Telang dengan pewarna sintetis.

“Melalui proses ini, peserta didik tidak hanya mempelajari reaksi kimia secara langsung, juga memahami nilai manfaat bahan alam yang ada di lingkungan sekolah mereka,” jelasnya, Sabtu (04/07/2026).

Saat ini, program telah memasuki fase produksi kreatif. Siswa yang bekerja dalam kelompok tengah melakukan riset pengolahan produk turunan Bunga Telang, seperti sirup, teh herbal, hingga mi, sekaligus merancang kemasan produk yang modern.

Seluruh proses tersebut didampingi oleh guru sebagai fasilitator yang menyediakan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) berbasis digital untuk memandu jalannya eksperimen.

Dikka, sapaan akrabnya, sebagai pengembang inovasi B-TECH mengatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang aplikatif.

“Inovasi ini bertujuan agar siswa kami tidak sekadar menghafal teori, tetapi mampu mempraktikkan langsung ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mengasah jiwa kewirausahaan mereka,” katanya.

Adapun saat ini fokus utama masih difokuskan pada penguatan pemahaman konsep di internal sekolah serta penyempurnaan kualitas produk dan ke depan sekolah sudah menyiapkan tahapan diseminasi untuk memperkenalkan inovasi ini kepada pihak luar.

Pihak sekolah berharap, setelah produk dan konsep inovasi ini benar-benar matang, hasil karya siswa SMPN 1 Upau dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas dan aparat desa setempat.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak edukatif bagi siswa, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan desa dan menunjukkan bahwa pendidikan di daerah perdesaan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi masa kini.

Dengan konsistensi yang terjaga sejak awal tahun, SMPN 1 Upau berkomitmen menjadikan B-TECH sebagai model pembelajaran berkelanjutan yang mampu mencetak generasi kreatif, kritis, dan tanggap terhadap potensi lingkungan. (sah)

Pos terkait