Bangun Generasi Percaya Diri Berbahasa Inggris, Guru SDIT An Nahl Tabalong Hadirkan Inovasi Ex-Fun

Penerapan inovasi Ex-Fun di SDIT An Nahl Tabalong dalam upaya membangun budaya berbahasa Inggris di lingkungan sekolah (foto: sdit an nahl)

 

sekata.id, TANJUNG – Di tengah perkembangan global yang semakin pesat, kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting bagi generasi muda.

Bacaan Lainnya

Menjawab tantangan tersebut, SDIT An Nahl Tabalong menghadirkan inovasi English Expressions For Fun (Ex-Fun) guna membangun budaya berbahasa Inggris yang menyenangkan, konsisten, dan aplikatif di lingkungan sekolah.

Inovasi Ex-Fun ini digagas Guru Bahasa Inggris SDIT An Nahl Tabalong, Mursyida yang dirancang untuk memperkuat literasi dan keterampilan komunikasi bahasa Inggris peserta didik melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Program ini tidak hanya berfokus pada hafalan kosakata, tetapi mendorong peserta didik untuk berani menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai situasi komunikasi sederhana.

“Melalui pendekatan pembiasaan selama sekitar 10 sampai 15 menit setiap hari, peserta didik mendapatkan kosakata dan ekspresi bahasa Inggris yang disesuaikan dengan fase perkembangan mereka,” katanya, Kamis (30/07/2026).

Ia menjelaskan, pada Fase A, peserta didik dikenalkan dengan dua kosakata dan satu kalimat setiap hari. Pada Fase B mendapatkan empat kosakata dan dua kalimat, sedangkan Fase C memperoleh enam kosakata dan tiga kalimat setiap harinya.

Kosakata dan ekspresi yang diperkenalkan tidak berhenti pada tahap pengenalan. Peserta didik diarahkan untuk langsung mempraktikkannya dalam aktivitas sehari-hari, seperti mengucapkan salam, meminta izin, menyampaikan ungkapan sederhana, serta melakukan interaksi dengan teman dan guru.

“Dengan demikian, bahasa Inggris tidak hanya dipandang sebagai materi pelajaran, tetapi menjadi bagian dari budaya komunikasi di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Keberadaan inovasi dilatarbelakangi permasalahan pembelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar yang masih sering berorientasi pada teori dan hafalan, sementara kesempatan untuk mempraktikkan bahasa dalam komunikasi nyata masih terbatas.

Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik mudah melupakan kosakata yang telah dipelajari dan kurang percaya diri ketika harus berbicara menggunakan bahasa Inggris.

Melalui Ex-Fun, SDIT An Nahl Tabalong berupaya mengubah pola tersebut dengan membangun kebiasaan berbahasa yang sederhana, terstruktur, dan berkelanjutan.

Inovasi Ex-Fun ini melibatkan seluruh warga sekolah sehingga guru dan tenaga kependidikan tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari.

“Kepala SDIT An Nahl bersama jajaran sekolah terus mendorong agar Ex-Fun menjadi bagian dari budaya sekolah,” ungkap Mursyida.

Menurutnya, lingkungan belajar yang komunikatif diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar tanpa rasa takut melakukan kesalahan.

Dengan suasana yang menyenangkan, peserta didik didorong untuk berani mencoba, berlatih, dan berkomunikasi secara bertahap sesuai dengan kemampuan mereka.

Keunggulan Ex-Fun dengan konsep yang membentuk kebiasaan, bukan sekadar hafalan sehingga program ini sederhana namun dilakukan secara konsisten, terstruktur berdasarkan fase perkembangan peserta didik, serta menggunakan kosakata dan ekspresi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagi peserta didik, manfaat Ex-Fun tidak hanya terlihat dari bertambahnya penguasaan kosakata dan ekspresi bahasa Inggris, tetapi juga dari tumbuhnya keberanian dan kepercayaan diri untuk berkomunikasi.

“Mereka belajar bahwa bahasa Inggris dapat digunakan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi sarana untuk mengenal dunia yang lebih luas,” ujarnya.

Melalui inovasi ini, SDIT An Nahl Tabalong berkomitmen untuk terus menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Diharapkannya, Ex-Fun ini dapat menjadi salah satu praktik baik dalam penguatan literasi bahasa, pembentukan karakter percaya diri, serta pengembangan keterampilan komunikasi peserta didik.

“Jadi, Ex-Fun bukan sekadar program belajar bahasa Inggris, tetapi gerakan membangun kebiasaan berkomunikasi, menumbuhkan keberanian, dan mempersiapkan generasi Tabalong agar mampu berinteraksi dengan percaya diri di tingkat global,” harapnya. (sah)

Pos terkait