sekata.id, TANJUNG – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Tabalong terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Upaya ini dilakukan dengan menghadirkan sebuah inovasi Ikan Terasi (Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial).
Inovasi ini digagas Pengelola Layanan pada Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos P3AP2KB Tabalong, Dicky Aulia Akbar sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Tabalong.
Dicky mengatakan, inovasi Ikan Terasi ini hadir atas kebutuhan dalam meningkatkan para penyelenggara kesejahteraan sosial agar mampu memberikan pelayanan yang lebih profesional dan terintegrasi.
“Inovasi yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas seluruh unsur PSKS secara terpadu. Selama ini pembinaan masih dilakukan secara parsial, sehingga melalui inovasi ini kami ingin membangun sistem yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan sosial,” katanya, Minggu (26/07/2026).
Sasaran program saat ini meliputi 12 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), 10 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), 60 Karang Taruna, 131 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) atau fasilitator desa dan kelurahan, serta 126 Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos).
Ia mengungkapkan, Ikan Terasi ini dilakukan dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan seluruh unsur PSKS dalam satu sistem peningkatan kapasitas.
Program ini juga disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan sehingga materi pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Selain itu, inovasi ini tidak hanya untuk pelaksanaan pelatihan, juga menerapkan sistem pendampingan berkelanjutan melalui supervisi dan evaluasi berkala agar peningkatan kompetensi dapat terus terjaga.
“Inovasi ini juga memperkuat jejaring kolaborasi antar-PSKS, memanfaatkan teknologi informasi untuk pendataan dan pelaporan, serta dirancang agar mudah direplikasi di daerah lain karena memiliki tahapan yang jelas, mulai dari diagnosis, pelatihan, pendampingan hingga evaluasi,” ungkapnya.
Melalui inovasi Ikan Terasi ini, Dinsos P3AP2KB Tabalong mendorong perubahan peran PSKS agar tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi mampu menjadi agen perubahan sosial yang profesional dalam menangani berbagai persoalan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Dicky, program ini dinilai memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembinaan PSKS melalui sistem yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Sementara bagi para PSKS, program ini meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan sosial.
Di sisi lain, masyarakat sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) memperoleh pelayanan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan merata.
“Pemerintah desa dan kelurahan juga semakin terbantu melalui penguatan peran Puskesos, PSM, dan unsur PSKS lainnya dalam menangani berbagai persoalan sosial,” ujarnya.
Hasil penerapan Ikan Terasi ini memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan kesejahteraan sosial Tabalong, di antaranya meningkatnya kapasitas SDM PSKS melalui pelatihan dan pendampingan, semakin kuatnya koordinasi antar-PSKS, meningkatnya kualitas pelayanan sosial yang lebih terstandar, hingga mulai diterapkannya teknologi informasi dalam pendataan, pelaporan, dan koordinasi.
Tak hanya sampai di situ, inovasi ini juga mendorong lahirnya berbagai inovasi pemberdayaan sosial, memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat peran PSKS sebagai ujung tombak pelayanan sosial di tingkat desa dan kecamatan.
“Harapannya, Ikan Terasi dapat terus berkembang menjadi model inovasi daerah yang mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan kesejahteraan sosial, tidak hanya di Kabupaten Tabalong, tetapi juga dapat direplikasi di daerah lain,” tambah Dicky. (sah)






