sekata.id, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah dengan menjalin kerja sama bersama lima kabupaten se-Banua Anam, Kalimantan Selatan.
Kerjasama ini meliputi berbagai sektor seperti, Penguatan Ketersediaan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komoditas Strategis.
Adapun penandatanganan kerja sama antar daerah ini merupakan rangkaian High Level Meeting (HLM) Terpadu TPID, TP2DD dan TPAKD Tabalong di Jakarta, Rabu (26/08/2026) malam.
Inisiatif ini dalam upaya pengendalian inflasi daerah yang digagas Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani dan pertama kalinya dilakukan di Kalsel, bahkan Indonesia.
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf, Direktur Utama Bank Kalsel, Dandim 1008/Tabalong, kepala daerah se-Banua Anam, serta sejumlah pihak terkait.
Penandatanganan kesepakatan kerja sama Tabalong dengan lima daerah ini yakni Balangan, Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Tapin.
H Fani sapaan akrab Bupati Tabalong menyampaikan, bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri karena setiap daerah memiliki potensi produksi dan kebutuhan yang saling berkaitan.
Ia juga menilai pengendalian inflasi sangat membutuhkan kolaborasi karena kondisi ekonomi antardaerah memiliki keterkaitan yang erat.
“Inflasi tidak bisa kita kendalikan sendiri-sendiri. Ada daerah yang menjadi sentra produksi dan ada daerah yang membutuhkan pasokan. Karena itu, kerja sama antardaerah menjadi sangat penting,” ucapnya.
Menurut Bupati, Banua Anam memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem ekonomi kawasan yang saling mendukung, lebih terstruktur, potensi produksi masing-masing daerah dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daerah lainnya.
“Kerja sama ini kami harapkan mampu mempercepat respons pemerintah apabila terjadi gangguan pasokan maupun kenaikan harga komoditas strategis,” ujarnya.
Diketahui, inisiatif ini mendapat apresiasi dari Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, Asisten Direktur BI, Prayudhi Azwar, Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas RI, Maino Dwi Hartono, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalsel, Ariadi Noor.
Kerja sama ini dinilai sebagai bentuk kolaborasi antardaerah menjadi langkah positif dalam memperkuat pengendalian inflasi dan ketahanan pangan di Kalsel yang dilakukan Tabalong.
Selain itu, kolaborasi tersebut juga dapat menjadi model sinergi antardaerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi kawasan.
Kesepakatan ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret, mulai dari pemetaan surplus dan kebutuhan komoditas, penguatan rantai pasok hingga perdagangan antardaerah.
Kolaborasi enam kabupaten se-Banua Anam di Kalsel menjadi langkah bersama untuk menjaga pangan tersedia, harga tetap terjangkau, distribusi lancar, dan inflasi tetap terkendali. (sah)






