sekata.id, TANJUNG – UPTD Balai Perlindungan Tanaman Kabupaten Tabalong terus berupaya memperkuat sistem perlindungan tanaman sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pertanian.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui peluncuran program inovatif bertajuk Bertapa (Brigade Perlindungan Tanaman Menyapa).
Program ini mengusung konsep pelayanan jemput bola. Petugas Brigade Perlindungan Tanaman tidak lagi sekadar menunggu laporan masuk di kantor, melainkan turun langsung (anjang sana) menyapa para petani dan mendatangi kelompok tani di lahan pertanian mereka.
Di lapangan, petugas bersama petani melakukan pengamatan menyeluruh terhadap kondisi tanaman, mendeteksi gejala serangan hama dan penyakit, hingga mengidentifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
“Melalui pengamatan langsung di lapangan, hasil yang didapat menjadi dasar utama dalam memberikan rekomendasi pengendalian yang presisi, efisien, dan sesuai dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT),” ujar Kepala UPTD BPTPH Tabalong, Dony Tugas Prasetyo.
Selain sebagai upaya deteksi dini pencegahan gagal panen, program BERTAPA juga difungsikan sebagai wadah edukasi dan transfer pengetahuan bagi para petani lokal.
Petani diajak untuk memahami cara memantau kesehatan tanaman secara mandiri, mengenali musuh alami hama, serta menerapkan teknologi pertanian ramah lingkungan seperti pemanfaatan agens hayati dan penggunaan pestisida secara bijaksana.
Dengan pola pendekatan yang proaktif dan responsif ini, komunikasi serta hubungan emosional antara petugas teknis dan kelompok tani di Kabupaten Tabalong diharapkan semakin erat.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mandiri petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung terwujudnya sektor pertanian Kabupaten Tabalong yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.






