Tekan Risiko Kecelakaan, Kecamatan Muara Harus Hadirkan Inovasi Umpat Belalu

Sosialisasi inovasi Edukasi Selamat dan Patuh Berlalu Lintas (Umpat Belalu) ke peserta didik di Kecamatan Muara Harus, Kabupaten Tabalong (foto: kecamatan muara harus)

 

sekata.id, TANJUNG – Pemerintah Kecamatan Muara Harus di Kabupaten Tabalong mendorong edukasi keselamatan dan kepatuhan berlalu lintas sejak usia dini.

Bacaan Lainnya

Inovasi ini bernama Edukasi Selamat dan Patuh Berlalu Lintas (Umpat Belalu) yabg digagas Riskanada sebagai upaya menanamkan budaya sadar keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak dan pelajar.

Umpat Belalu ini lahir karena masih tingginya risiko kecelakaan lalu lintas, rendahnya disiplin sebagian pengguna jalan, serta dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan akibat pelanggaran lalu lintas.

Edukasi keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya dengan menumbuhkan rasa takut terhadap petugas, namun membangun kesadaran agar masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan.

Penanaman budaya keselamatan sangat penting dilakukan sejak dini karena kebiasaan anak banyak terbentuk dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Sekolah menjadi salah satu lingkungan strategis untuk menanamkan pendidikan keselamatan berlalu lintas. Anak-anak cenderung mengikuti apa yang diajarkan oleh guru dan menjadikannya sebagai panutan.

Inovasi Umpat Belalu juga sejalan dengan upaya pemerintah kecamatan Muara Harus dalam membangun budaya keamanan dan keselamatan lalu lintas sejak usia dini.

Terlebih, pembangunan infrastruktur jalan yang semakin baik melalui program Jalan dan Jembatan Mantap di Kabupaten Tabalong turut meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Kondisi ini juga perlu diimbangi dengan kepatuhan berlalu lintas agar tidak meningkatkan risiko kecelakaan akibat pengendara memacu kendaraan melebihi batas yang aman.

Melalui Umpat Belalu, pemerintah kecamatan mencoba membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, mulai dari rendahnya kesadaran dan mentalitas sebagian pelanggar, kurangnya edukasi sejak dini dan konsistensi, hingga metode sosialisasi yang belum selalu menarik.

Selain itu, pelajar juga menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena sebagian sudah berkendara meski belum cukup umur atau belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), sementara pemahaman mengenai rambu dan etika berkendara masih perlu ditingkatkan.

Kondisi lingkungan, keterbatasan pengawasan serta contoh perilaku orang dewasa yang tidak sesuai dengan aturan lalu lintas juga menjadi tantangan dalam membangun budaya keselamatan.

Camat Muara Harus Jati Akbar mengatakan, edukasi keselamatan berlalu lintas kepada anak sangat krusial untuk menanamkan budaya tertib sejak dini.

“Edukasi keselamatan berlalu lintas pada anak sangat krusial untuk menanamkan budaya tertib sejak dini,” katanya, Kamis (17/09/2026).

Menurutnya, tingginya kerentanan anak sebagai pengguna jalan, maraknya pelanggaran akibat minimnya pemahaman, serta perlunya membangun karakter yang menghargai keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Pemerintah kecamatan mempunyai peran sebagai koordinator wilayah, fasilitator program dan penggerak partisipasi masyarakat dalam memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak.

“Aksi ini merupakan langkah preventif yang krusial untuk membangun budaya tertib di jalan sejak dini,” ujarnya.

Edukasi keselamatan berlalu lintas menjadi bagian dari peran strategis pemerintah kecamatan dalam menjaga ketertiban umum di wilayah Kecamatan Muara Harus.

Langkah ini bertujuan membentuk karakter disiplin dan kesadaran keselamatan, sekaligus membangun kebiasaan patuh hukum yang mengakar sehingga tercipta budaya berlalu lintas yang aman, tertib dan lancar.

“Hal ini juga membangun kebiasaan patuh hukum yang mengakar, menciptakan budaya berlalu lintas yang aman, tertib dan lancar, serta menekan risiko kecelakaan di masa depan,” jelas Jati.

Ditambahkannya, Umpat Belalu mendorong pendekatan edukasi yang berkesinambungan melalui pemanfaatan media audiovisual, video maupun permainan agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak dan pelajar.

Selain edukasi, inovasi ini juga memberikan aksi nyata di lapangan. Anak atau pelajar dapat melihat secara langsung kondisi kecelakaan lalu lintas sebagai bagian dari pembelajaran sehingga pesan keselamatan lebih mudah direkam dan diingat.

Dengan pendekatan ini anak diharapkan tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi juga dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Ayo menyeberang dengan aman, kecil-kecil, jadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” tambahnya. (sah)

Pos terkait