sekata.id, TANJUNG – Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026.
Rakornas kali ini mengusung tema penguatan ketahanan pangan dan perluasan digitalisasi keuangan daerah. Forum ini juga membahas berbagai strategi untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat ketersediaan pangan, serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (24/09/2026).
Rakornas ini mempertemukan jajaran pemerintah pusat, kepala daerah, otoritas keuangan, hingga pelaku industri keuangan digital.
Digitalisasi transaksi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperluas akses keuangan masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi secara nasional.
Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengatakan, forum ini penting bagi Kabupaten Tabalong, terlebih, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi dan peningkatan inklusi keuangan melalui digitalisasi.
“Alhamdulillah, kami banyak mendapat masukan dari Mendagri, Bank Indonesia, OJK, dan Menko Perekonomian tentang bagaimana kita menjaga inflasi serta mempercepat digitalisasi keuangan daerah,” katanya.
Menurutnya, Tabalong berpeluang masuk dalam nominasi penghargaan terkait digitalisasi keuangan daerah. Pengumuman hasil nominasi tersebut rencananya disampaikan pada bulan berikutnya.
“Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kinerja pengendalian inflasi serta inklusi keuangan melalui digitalisasi,” ujarnya.
Selain itu, Tabalong juga mendorong ketahanan pangan melalui Gerakan Menanam dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dengan gerakan menanam di pekarangan rumah.
Program ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan kebutuhan pangan rumah tangga tetap terpenuhi melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam berbagai komoditas yang dibutuhkan masyarakat.
Selain sektor pangan, Pemkab Tabalong juga terus memperkuat infrastruktur pendukung digitalisasi melalui penyediaan akses wifi di seluruh desa, khususnya melalui program Satu Desa Satu Wifi dan RTH Smart.
“Penyediaan akses internet ini diharapkan dapat memperluas inklusi keuangan daerah sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk secara daring,” jelas sosok yang akrab disapa H Fani ini.
Diharapkannya, dengan dukungan digitalisasi, pelaku UMKM diharapkan mampu memperkenalkan produk melalui media sosial serta memanfaatkan berbagai platform penjualan online untuk memperluas jangkauan pasar.
Diketahui, Rakornas turut dihadiri Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, jajaran Otoritas Jasa Keuangan RI, Bank Indonesia, serta sejumlah pejabat kementerian dan pemerintah daerah.
Selain Rakornas, FEKDI dan IFSE 2026 juga menampilkan berbagai inovasi teknologi finansial terkini yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (sah)






