sekata.id, TANJUNG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Upau di Kabupaten Tabalong membuat metode pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan dunia digital.
Pasalnya di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi tepatnya kemampuan desain grafis menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan.
Tidak hanya di kalangan profesional, tetapi juga di jenjang pendidikan dasar maupun menengah pertama. Untuk menjawab tantangan tersebut, hadir program metode Bimbel Aku Bisa Canva (Bimbel ABC).
Guru SMPN 1 Upau, Densiana Bhara Resi mengatakan, program bimbel ini berfokus berfokus pada pengenalan dan penguasaan dasar-dasar desain grafis menggunakan platform Canva secara kreatif, edukatif dan menyenangkan.
Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan literasi visual dan teknologi di kalangan pelajar. Metode ini diterapkan sebagai bagian dari program edukatif yang bertujuan menumbuhkan kreativitas dan keterampilan digital sejak dini.
“Ini memberikan pelatihan dasar desain grafis menggunakan platform Canva, yang dikenal mudah digunakan dan ramah untuk pemula, terutama bagi siswa-siswi tingkat SMP,” katanya, Minggu (29/06/2025).
Ia juga mengungkapkan, program ini juga disambut antusias para siswa bahkan guru, mengingat dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan aplikatif, para peserta diajak memahami elemen dasar desain, berpikir kreatif serta membuat karya visual seperti poster, presentasi hingga konten media sosial sederhana.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Selain mengenal teknologi, mereka juga belajar bagaimana mengekspresikan ide secara visual dengan cara yang menyenangkan,” ungkap Densiana.
Lebih lanjut, program Aku Bisa Canva dirancang untuk menjembatani kesenjangan akses keterampilan digital, terutama di wilayah yang belum banyak tersentuh pelatihan teknologi kreatif.
Para fasilitator memberikan pendampingan secara langsung, disertai contoh dan praktik pembuatan desain yang relevan dengan kehidupan pelajar.
Selain aspek teknis desain, program ini juga menanamkan nilai-nilai penting seperti berpikir kritis, kolaborasi dan kepercayaan diri dalam menyampaikan ide.
Setiap peserta diberi ruang untuk menunjukkan hasil karyanya dan diberikan umpan balik yang membangun dari fasilitator.
Banyak siswa yang sebelumnya merasa tidak percaya diri, akhirnya berani mengekspresikan kreativitasnya melalui desain visual.
“Seru banget belajar Canva! Sekarang saya bisa bikin poster sendiri untuk tugas sekolah. Saya juga jadi tahu cara mengatur warna dan tulisan biar kelihatan menarik,” ujar salah satu peserta didik SMPN 1 Upau.
Diketahui, sebagai tindak lanjut dari kegiatan pelatihan desain grafis di SMPN 1 Upau, program Bimbel Aku Bisa Canva akan terus mengembangkan model pembelajaran kreatif yang dapat diadaptasi oleh sekolah-sekolah lain di Tabalong dan sekitarnya. (sah)






