sekata.id, TANJUNG – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sumber Mas, Desa Masingai I, Kecamatan Upau, meraih peringkat pertama pada lomba Bumdes se-Kabupaten Tabalong tahun 2026.
Prestasi ini membawa Bumdes Sumber Masingai I menjadi perwakilan Tabalong untuk mengikuti lomba Bumdes tingkat Kalimantan Selatan.
Direktur Bumdes Sumber Mas Masingai I, Sugeng Ariadi mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari upaya melahirkan usaha yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kami selalu berinovasi dalam mengembangkan usaha-usaha di Bumdes, sehingga kami bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya, Rabu (22/04/2026).
Sugeng mengungkapkan, ada tiga jenis unit usaha yang saat ini sudah berjalan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat setempat.
Ketiga unit usaha ini terutama dalam bidang pertanian dan peternakan, di antaranya peternakan ayam petelur, penggilingan padi serta penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).
“Jadi kami lebih memilih usaha yang benar-benar bisa menyentuh kebutuhan masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.
Sedangkan, dari sisi omzet per tahun sekitar Rp22 juta sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).
“Terakhir kita memberikan PAD sekitar Rp7 juta sebelum ada usaha ayam petelur. Kami berharap dengan usaha ayam petelur bisa banyak memberikan PADes yang signifikan ke desa,” lanjut Sugeng.
Ia juga menjelaskan, usaha ayam petelur hanya dipasarkan di wilayah Desa Masingai I saja karena kapasitas produksi masih belum maksimal.
“Sementara ini usaha ayam petelur karena masih belum maksimal, masih sekitar 30 persen produksi, kami masih sekitar Masingai saja dan itu sudah bisa terserap,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Masingai I, Nawiyanto menambahkan, pihaknya menargetkan Bumdes Sumber Mas untuk bisa meningkatkan PADes mencapai puluhan juta rupiah.
“Target PAD untuk desa sekitar Rp40 juta dan untuk pemilihan usaha kami serahkan kepada pihak Bumdes,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabalong, H Adityapula Nugraha mengatakan, Bumdes yang menjadi perwakilan ke tingkat provinsi akan melengkapi kelengkapan administrasi.
Kelengkapan dokumen administrasi ini yakni pendirian Bumdes termasuk didalamnya struktur organisasi kepengurusan dan AD/ART Bumdes, Perdes tentang Bumdes, program kerja dan SOP usaha/pedoman pemasaran.
Kemudian, keberhasilan dan caapaian hasil usaha (Pengembangan Jenis/Bidang Usaha, Kondisi hasil usaha satu tahun terakhir, besaran keuntungan yang didapatkan dan kontribusi terhadap PAD) serta adanya kerjasam atau mitra dengan desa hingga pihak lain.
“Paling lambat bulan April ini, nanti akan di verifikasi oleh tim penilai di tingkat provinsi sampai keluar hasil lima besar dan yang masuk lima besar ada dilakukan verifikasi lapangan di bulan Mei,” katanya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025 jumlah Bumdes di Tabalong yang aktif sebanyak 50 dan 71 yang dinilai kurang aktif.
Pasalnya, 71 Bumdes yang tidak aktif ini karena berbagai usaha sudah dijalankan hingga kendala-kendala yang dihadapi yang dinilai kurang aktif.
“Untuk Bumdes yang tidak aktif, sebenarnya kami sudah menyiapkan langkah dengan memberikan imbauan ke desa untuk melakukan Musdes, disana nanti bisa disampaikan permasalahan atau kondisi terjadi di Bumdes, sehingga tidak aktif,” ungkapnya. (sah)






