sekata.id, TANJUNG – Program beasiswa pemuda berprestasi dari keluarga kurang mampu dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Penduduk, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Tabalong banyak diminati.
Berdasarkan data dari Dinsos P3AP2KB Tabalong, ada 233 pendaftar yang ingin mendapatkan beasiswa dengan kuota yang tersedia tahun ini sebanyak 132 orang saja.
Keterbatasan kuota beasiswa terkhusus untuk keluarga kurang mampu yang salah satu persyaratan harus masuk dalam data aplikasi Silangkarr, dipastikan ratusan pendaftar bakal digugurkan.
Kabid Perlindungan dan Jamsos Dinsos P3AP2KB Tabalong, Dody Arief Priyono mengatakan, keterbatasan kuota ini pihaknya memprioritaskan untuk beasiswa ke Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung bagi mahasiswa baru dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
“Jadi kami prioritaskan karena kami sudah ada kerja sama dengan Poltekesos Bandung dengan kuota empat orang dan juga bagi yang masuk PTN atau yang sudah aktif berkuliah,” katanya, Jumat (05/06/2026).
Dari 132 kuota beasiswa pemuda berprestasi ini, ada sebanyak 88 mahasiswa yang mendaftar dan 20 yang sudah lulus, sehingga masih ada 68 orang masih menjalani masa aktif berkuliah serta sudah memenuhi syarat untuk IPK minimal 3,00.
“Jadi sisa kuota ada 64 orang terdiri dari 32 yang kami prioritaskan ke PTN dan 32 bebas, sementara peminat sebanyak 233 orang,” jelasnya.
Sisanya kuota yang ada akan terisi dan tahapannya masih selektif administrasi, verifikasi dan validasi (Verval) karena menunggu hasil kelulusan di masing-masing perguruan tinggi tempat penerima beasiswa akan menempuh pendidikan.
“Jadi masih seleksi administrasi dan verval karena juga masih menunggu hasil kelulusan di masing-masing perguruan tinggi,” ungkap Dody.
Adapun untuk beasiswa pemuda berprestasi dari keluarga kurang mampu ini yang ditanggung seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2,5 juta per semester, biaya hidup kuliah di Tabalong dan sekitarnya diberikan Rp500 ribu per bulan, sedangkan di Banjarmasin dan sekitarnya diberikan Rp1,5 juta per bulan.
Lalu yang menerima beasiswa di Poltekesos akan ditanggung untuk biaya hidup sebesar Rp2,5 juta per bulan, bantuan penunjang pendidikan Rp1 juta per bulan dan biaya transport PP dengan pesawat Rp4 juta per tahun. (sah)






