Dongkrak Kemampuan Matematika Peserta Didik, Kepala SMPN 3 Jaro Terapkan Metode Ulas

Penerapan inovasi Ulas di SMPN 3 Jaro dengan memanfaatkan fasilitas di lingkungan sekolah (foto: smpn 3 jaro)

sekata.id, TANJUNG – Mata pembelajaran matematika seringkali menjadi hal yang menakutkan, bahkan dihindari bagi peserta didik di sekolah khususnya di Kabupaten Tabalong.

Berdasarkan hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2018, kemampuan matematika siswa Indonesia berada di peringkat 75 dari 81 negara di dunia.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut juga sempat menjadi perhatian di lingkungan SMP di Tabalong, terutama di SMPN 3 Jaro, yang mana proses belajar mengajar terasa pasif, monoton, dan siswa cenderung takut serta kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat.

Melihat situasi ini, Kepala SMPN 3 Jaro, Tuti Purwanti, menghadirkan sebuah inovasi pembelajaran media Ubin Lantai Kelas (Ulas).

Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah.

Menurut Tuti Purwanti, media ini mengubah cara belajar matematika yang selama ini identik dengan hafalan rumus menjadi aktivitas yang lebih interaktif dan melibatkan siswa secara langsung.

“Melalui pemanfaatan ubin lantai kelas sebagai media pembelajaran, siswa dapat belajar sambil melakukan eksplorasi dan percobaan sederhana yang berkaitan dengan konsep-konsep matematika,” ujarnya, Sabtu (06/06/2026).

Inovasi tersebut mulai dirancang dan disosialisasikan secara bertahap sejak awal 2024 yang hasilnya, suasana belajar yang sebelumnya terasa menegangkan berubah menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa.

Dalam penerapannya, siswa diajak bergerak dan berpartisipasi langsung dalam proses pembelajaran. Metode ini membuat kegiatan belajar lebih hidup, tidak membosankan, sekaligus mendorong siswa untuk lebih berani bertanya dan mengemukakan pendapat.

Selain itu, metode Ulas juga membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih logis dan kontekstual.

“Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan rasa percaya diri serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik,” katanya.

Ia menambahkan, dampak positif inovasi ini terlihat dari meningkatnya hasil belajar siswa dengan meningkatkan nilai kognitif.

“Penerapan media Ulas ini juga mampu memperkuat literasi numerasi siswa secara signifikan,” tambah Tuti.

Diharapkannya, inivasi ini dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tabalong.

“Semoga ini mampu menginspirasi para pendidik untuk terus menghadirkan berbagai terobosan kreatif dalam proses pembelajaran demi mencetak generasi yang lebih kritis, adaptif, dan kompetitif,” harapnya. (sah)

Pos terkait