sekata.id, TANJUNG – Sebanyak 97 peserta mengikuti pelatihan dasar dan sertifikasi BNSP yang digelar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong.
Pelatihan dasar dan sertifikasi BNSP ini secara resmi dibuka Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani di Asrama Balai Latihan Kerja (BLK) Tanjung, Senin (13/04/2026).
Pembukaan pelatihan ini dihadiri perwakilan unsur Forkopimda, dunia usaha yang beroperasi di wilayah Tabalong, para camat, instruktur pelatih, serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Adapun pelatihan yang digelar Disnaker Tabalong kali ini di antaranya Operator Alat Berat Excavator, Operator Wheel Loader, Defensive Driving Training (DDT), dan Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Konstruksi.
Sedangkan para peserta masing-masing pelatihan terdiri dari 16 orang Operator Excavator, 16 orang Operator Wheel Loader, DDT 35 orang, serta 30 orang K3 Konstruksi.
Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani dalam sambutannya mengatakan, pelatihan yang diberikan merupakan bidang yang sangat diperlukan dunia kerja saat ini.
“Oleh karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh semangat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dunia usaha yang telah bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan pelatihan ini.
Selain itu, juga mengucapkan terima kasih kepada para instruktur yang telah berperan dalam memberikan ilmu, keterampilan, dan pengalaman kepada para peserta.
Menurutnya, dukungan dari dunia usaha sangat penting dalam memastikan adanya keterkaitan antara pelatihan yang diberikan dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja.
“Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga pelatihan untuk terus bersinergi dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing. Dengan kerja sama yang baik, kita optimis dapat mewujudkan Tabalong Smart,” ujarnya.
Sementara, Kepala Disnaker Tabalong, Hady Ismanto mengatakan, pelatihan yang dibuka ini difokuskan terutama untuk mempersiapkan tenaga kerja kompeten dalam sektor industri pertambangan dan konstruksi.
“Dua sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang memerlukan tenaga kerja dengan keahlian khusus dan sertifikasi resmi agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah,” katanya.
Ia juga menjelaskan, para peserta akan diberikan bekal pengetahuan dengan kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk menjamin kenyamanan dan profesionalitas.
Lalu sistem pembelajaran teori dalam kelas untuk pelatihan DDT dan K3 konstruksi guna memberikan pengalaman belajar berstandar korporasi di Aston Tanjung City Hotel.
Sedangkan untuk pelatihan operator alat berat, praktik teknis dan pengoperasian dipusatkan di Workshop Alat Berat BLK Tanjung di Kawasan Nan Sarunai.
“Jadi kami persiapkan agar pelatihan ini menyerupai kondisi nyata di lokasi kerja pertambangan,” jelas Hady.
Ditambahkannya, hasil dari pelatihan ini, para peserta berkompeten akan menerima sertifikat kompetensi dari BNSP yang merupakan pengakuan negara atas keahliannya.
“Data mereka secara otomatis akan masuk ke dalam database SmartNaker agar memudahkan kami dalam memantau penyerapan tenaga kerja dan memudahkan perusahaan industri dalam mencari tenaga terampil lokal yang siap pakai,” tambahnya. (sah)






