sekata.id, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong terus berupaya mengoptimalkan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui opsen pajak kendaraan bermotor (PKB).
Salah satu langkah yang diambil dengan melakukan sensus kendaraan bermotor yang berpelat Tabalong. Sensus ini dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tabalong.
Kepala Bapenda Tabalong, H Nanang Mulkani mengatakan, opsen pajak ini merupakan cost sharing (pembagian) pajak provinsi yang dibagikan langsung ke daerah.
“Jadi cost sharing ini ditangani kami Bapenda dengan Samsat Tanjung yaitu dengan melakukan pendataan (sensus) kendaraan bermotor,” katanya, Kamis (23/04/2026).
Nanang menjelaskan, sensus kendaraan bermotor ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak beredar kendaraan berpelat daerah Tabalong.
“Jadi, kami ingin tahu gambaran utuhnya kendaraan pelat daerah Tabalong yang beredar,” jelasnya.
Adapun untuk teknik sensus kendaraan ini, pihaknya menurunkan petugas yang sudah diberikan surat tugas untuk turun melakukan pendataan.
Pasalnya, surat tugas yang diberikan untuk memastikan masyarakat bahwa saat petugas datang hanya untuk melakukan sensus kendaraan yang dimiliki setiap warga.
“Kami menunjuk Ketua RT sebagai petugas yang akan melakukan pendataan ke setiap rumah untuk bertanya terkait berapa banyak memiliki kendaraan,” ungkapnya.
Setelah itu, petugas akan meminta masyarakat untuk memperlihatkan STNK dan KTP untuk memastikan kepemilikan kendaraan serta berpelat Tabalong.
“Termasuk kendaraan pelat luar dan lainnya juga kami data. Nanti data itu akan kami masukkan ke aplikasi milik provinsi,” lanjutnya.
Ditambahkannya, sementara saat ini pihaknya sudah melakukan sensus kendaraan ke dua wilayah di antaranya Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta dan Desa Waling, Kecamatan Bintang Ara.
“Kami secara bertahap melakukan sensus ini dan ke depan akan mencakup seluruh wilayah Tabalong,” tambah Nanang.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar jangan takut jika ada petugas yang datang ke rumah untuk menanyakan terkait kendaraan bermotor.
“Jadi untuk masyarakat jangan takut apabila ada petugas melakukan sensus untuk menyaksikan jumlah kendaraan, mereka petugas resmi yang sudah kami beri surat tugas,” imbaunya. (sah)






