sekata.id, TANJUNG – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax berimbas pada antrean Pertalite di salah satu SPBU di Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.
Antrean panjang tampak di jalur Pertalite, khususnya bagi kendaraan roda empat yang mengular hingga keluar gerbang masuk SPBU Mabuun.
Sementara, pengisian Pertamax untuk jalur roda empat hanya ada beberapa yang mengisi dan sebaliknya jalur roda dua masih terpantau normal seperti sebelumnya.
“Perubahannya dari jam 00.00 Wita tanggal 10 Juni untuk Pertamax (RON 92), kalau Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertalite subsidi tetap,” kata Pengawas SPBU Mabuun, Erwin Sahrianadi, Rabu (10/06/2026).
Perubahan harga BBM jenis Pertamax ini sebelumnya Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter, sehingga kenaikan harga mencapai Rp4.100.
Dampak dari kenaikan ini, berkurangnya konsumen yang mengisi BBM Pertamax dan ada peningkatan pengisian untuk jenis Pertalite subsidi.
“Kalau antrean hari ini meningkat sekitar 30 persen dari kemarin, terutama roda empat. Kalau stoknya masih aman dan pasokan lancar,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, pengisian Pertalite Subsidi bagi kendaraan roda empat ada ketentuan khusus dengan menggunakan barcode sesuai dengan nomor plat dan warna mobil.
“Untuk pengisian, sementara kami batas satu hari untuk satu kali mengisi 20 liter per unitnya, kalau pertamax full standar,” jelas Erwin.
Salah satu warga Flambon Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Petri Susanto (45), mengaku sebelumnya sebagai konsumen Pertamax yang kini beralih ke Pertalite.
“Sekarang pindah ke pertalite karena pertamax harganya mahal, jadi saya beralih ke pertalite,” ungkapnya.
Menurutnya, sebagai penyedia jasa angkutan, kenaikan harga Pertamax Rp17.000 ribu sangat memberatkan yang otomatis menaikkan biaya jasanya.
“Bagi kami masyarakat kecil ini berat rasanya, jadi berat juga kami yang menyediakan jasa angkutan berat juga orang, jadi terpaksa mengurus barcode untuk pengisian Pertalite,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Fajerianur Musadi yang baru saja mengisi BBM Pertamax di SPBU Mabuun mengungkapkan, bahwa pengisian Pertalite antreannya sangat panjang.
“Saya sudah dari SPBU satu ke SPBU dua itu semua antreannya panjang, terpaksa kami mengisi pertamax, karena untuk memudahkan dan harus cepat berangkat,” ungkapnya.
Ditambahkannya, bahwa sebelumnya memang konsumen Pertamax, namun adanya kenaikan harga yang terlalu tinggi ini untuk mempertimbangkan beralih ke Pertalite.
“Harus mempertimbangkan juga untuk beralih yang ke lebih murah kalau memang tersedia,” tambahnya. (sah)






