Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa, Guru SDN 2 Hikun Terapkan Program Bagasing

Para siswa di SDN 2 Hikun di Kabupaten Tabalong yang kini belajar dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar (foto: sdn 2 hikun)

sekata.id, TANJUNG – Pembelajaran yang menarik guna meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SDN 2 Hikun di Kabupaten Tabalong, terus dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan dunia digital saat ini.

Salah satunya dengan menerapkan program inovasi Belajar dengan Aplikasi, Games dan Ice Breaking (Bagasing) yang diinisiasi seorang Wali Kelas IV B SDN 2 Hikun, Dini Tresna Religi.

Bacaan Lainnya

Inovasi ini hadir sebagai solusi atas rendahnya motivasi belajar siswa serta pembelajaran yang masih cenderung monoton dan berpusat pada guru.

Dini menjelaskan, Inovasi Bagasing ini diterapkan dengan memadukan penggunaan aplikasi pembelajaran, permainan edukatif serta kegiatan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif.

Hal itu mengingat, pembelajaran yang menarik dan sesuai kebutuhan peserta didik sangat penting untuk meningkatkan semangat belajarnya.

“Karena itu kami mencoba menggabungkan teknologi, permainan, dan aktivitas penyegar agar siswa lebih aktif selama proses pembelajaran,” jelasnya, Senin (01/06/2026).

Ia juga mengungkapkan, sebelum inovasi ini diterapkan bahwa hasil angket yang dilakukan kepada 28 siswa menunjukkan 72 persen peserta didik merasa pembelajaran yang berlangsung belum sesuai dengan harapan, bahkan motivasi belajar siswa tergolong rendah dan berdampak pada capaian hasil belajar.

Sehingga, melalui penerapan Bagasing yang dimulai sejak 22 Agustus 2024, ada dampak perubahan yaitu terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebelumnya hanya 40 persen meningkat menjadi 75 persen dan masuk kategori baik.

“Kini kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi, lebih terampil menggunakan berbagai layanan Google seperti Google Docs, Google Slides, Google Meet, hingga Google Spreadsheet serta lebih mahir mengoperasikan Chromebook sebagai sarana pembelajaran,” ungkapnya.

Dini mengatakan, metode pembelajaran yang dipadukan dengan game edukatif dan ice breaking membuat siswa lebih antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.

“Anak-anak menjadi lebih aktif, tidak mudah bosan, dan lebih bersemangat mengikuti pembelajaran. Suasana kelas juga menjadi lebih hidup,” katanya.

Ditambahkannya, keunggulan lain dari inovasi Bagasing ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar, menciptakan pembelajaran yang interaktif, mengembangkan keterampilan teknologi peserta didik serta mendorong penerapan pembelajaran berbasis digital di lingkungan sekolah.

Saat ini implementasi inovasi ini tidak hanya diterapkan pada satu kelas, tetapi juga digunakan pada kelas IV, V, dan VI di SDN 2 Hikun.

“Program tersebut terus dievaluasi secara berkala agar manfaatnya semakin optimal dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah,” tambahnya.

Melalui inovasi Bagasing ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis, menyenangkan serta mampu mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik di era digital. (sah)

Pos terkait