sekata.id, TANJUNG – PT Adaro Indonesia bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Tabalong dengan meluncurkan program Robotika SIGMA (Sains & Inovasi untuk Generasi Maju Banua dan Indonesia).
Program Robotika SIGMA ini untuk pertama kalinya dilaksanakan bagi para guru jenjang sekolah dasar (SD) di Tabalong dengan menggandeng Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI).
Peluncuran Robotika SIGMA ini ditandai dengan penyerahan simbolis perangkat pembelajaran robotika kepada perwakilan sekolah penerima manfaat di Gedung Informasi Pembangunan, Senin (20/07/2026).
Program ini bertujuan untuk memperluas akses pembelajaran robotika, sekaligus memperkuat literasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEAM) untuk jenjang SD.
Setidaknya ada 14 sekolah jenjang SD dengan jumlah peserta 28 orang guru di Tabalong yang akan mengikuti pelatihan robotika selama lima hari mulai 20 sampai 24 Juli 2026.
Pelatihan robotika ini juga akan disampaikan PRSI yang sudah berpengalaman dalam bidangnya dan didatangkan langsung dari Jakarta ke Tabalong.
Koordinator Program Robotika SIGMA YABN, Rully Prameswari mengatakan, program Robotika SIGMA ini diluncurkan melihat kondisi perkembangan teknologi sekarang.
“Kenapa alasan kami memilih robotika, karena robotika ini untuk masa sekarang dan ke depan, pastinya teknologi terus berkembang, kita juga harus ikut berinovasi dan terus berkembang,” katanya.
Sementara itu, CSR Section Head PT Adaro Indonesia, H Aan Nurhadi mengungkapkan, literasi terkait robotika menjadi salah satu metode untuk meningkatkan daya kritis, daya pikir, dan kreativitas peserta didik.
“Jadi, ini metode untuk meningkatkan daya kritis, daya pikir, meningkatkan kreativitas siswa-siswa SD, supaya mereka lebih bagus lagi menangkap pelajaran, sehingga ini akan menunjang proses pembelajaran di sekolah,” ungkapnya.
Diharapkannya, program Robotika SIGMA bisa berdampak positif bagi peserta didik di jenjang SD dan para guru bisa lebih melek atau menguasai perkembangan teknologi dalam menunjang proses pembelajaran.
“Keberhasilan program ini tentu akan kami ukur, karena memang ini salah satu metode sangat baru, di Tabalong ini baru yang pertama. Mudah-mudahan dampaknya positif,” harap Aan.
Di kesempatan yang sama, Kepala Departemen Kemitraan dan Kerja Sama PRSI, Riksa Rifqi Fuadi menjelaskan, pembelajaran robotika dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan motorik siswa melalui metode belajar yang dikemas seperti bermain.
“Kami juga mengalihkan anak-anak yang sekarang mereka lebih fokus ke handphone. Jadi, mereka hampir tidak bergerak, anak-anak itu bermain handphone saja. Kita juga tetap menggunakan media handphone, tetapi kami latih kemampuan motorik anak-anak,” jelasnya.
Terpisah, Kepala SDN 2 Hikun, Muhammad Munawar Aulia Hamdi menyambut baik program Robotika SIGMA yang pertama kalinya dilakukan YABN dan Adaro di Tabalong.
“Kami sangat antusias, guru-guru nanti akan mengaplikasikan robotika kepada anak-anak, yang mana harapan kami sangat untuk mengembangkan motorik anak dan perkembangan teknologi,” ucapnya. (sah)






