Dilepas Bupati Tabalong, Pencinta Alam dari Berbagai Daerah Mendaki Puncak Gunung Sarampakang 1271 MDPL

Penyerahan bendera merah putih oleh Bupati Tabalong menandai resmi dilepas para peserta Pendakian Nasional Merah Putih (PNMP) 2026 (foto: sah/sekata.id)

 

sekata.id, TANJUNG – Pencinta Alam Poros Utara Banua Kalimantan Selatan (Palapibaks) di Kabupaten Tabalong menggelar Pendakian Nasional Merah Putih (PNMP) 2026.

Bacaan Lainnya

PNMP merupakan agenda tahunan para pencinta alam dari mahasiswa pencinta alam (Mapala) ataupun komunitas lainnya dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pendakian kali ini akan berlangsung mulai 15 sampai 19 Agustus 2026 ke Puncak Gunung Sarampakang, Desa Purui, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalsel, dengan ketinggian 1271 mdpl.

Kegiatan ini pun diawali dengan pelepasan peserta pendakian nasional yang secara resmi dilepas Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, di halaman Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (15/08/2026) sore.

Ketua Pelaksana PNMP, Samsul Arifin, mengatakan, para peserta berjumlah 60 orang dari berbagai daerah, baik dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalsel sendiri.

“Jadi peserta ada dari Kaltim, Kalteng, dan Banjarmasin dengan rute sepanjang 44 kilometer,” katanya yang akrab disapa Acul.

Ia juga menjelaskan, dalam perjalanan puluhan kilometer ini, para peserta akan melakukan pendakian dengan kurun waktu sekitar delapan jam untuk sampai menuju puncak.

“Jadi di puncak nanti akan ada pengibaran bendera merah putih, besok peserta berangkat pukul 18.00 dan diperkirakan sampai 16.00 Wita ke lokasi rest area,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, mengapresiasi Palapubaks yang sudah menyelenggarakan pendakian nasional merah putih ini.

Menurutnya, kegiatan pendakian ini bukan hanya tentang mencapai puncak, juga mengajarkan semangat, kebersamaan, saling membantu, dan pantang menyerah.

“Pendakian mengajarkan kita untuk menghargai alam. Ketika berada di alam terbuka, kita belajar bahwa lingkungan harus dijaga dan tidak boleh diperlakukan sembarangan,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada para peserta, selama pendakian, untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam selama perjalanan.

“Jangan meninggalkan sampah, jangan merusak lingkungan, dan ikuti seluruh aturan serta arahan dari panitia,” pinta H Fani, sapaan akrab Bupati Tabalong.

Terakhir, ia juga berharap melalui kegiatan pendakian nasional ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan potensi alam Tabalong kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kita memiliki banyak potensi alam yang indah, dan tentu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya agar tetap lestari,” harapnya. (sah)

Pos terkait