sekata.id, TANJUNG – SDN 2 Kapar di Kabupaten Tabalong, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan literasi peserta didik melalui inovasi Asik dengan Canva (Sikanca).
Inovasi berbasis digital ini memanfaatkan akun belajar.id dan platform Canva sebagai sarana bagi peserta didik untuk membaca, memahami informasi, menyimpulkan isi bacaan, sekaligus menuangkan gagasan melalui berbagai karya visual.
Kepala SDN 2 Kapar, Noviecka Wieyanthi mengatakan, Sikanca sebagai salah satu upaya sekolah menjawab tantangan peningkatan kemampuan literasi, khususnya bagi siswa kelas tinggi.
“Jadi, peserta didik tidak hanya membaca, tetapi juga belajar memahami isi teks, menemukan informasi tersurat maupun tersirat, menyimpulkan, kemudian menyampaikan kembali pemahamannya melalui karya digital,” katanya, Selasa (25/08/2026).
Program ini dirancang berdasarkan hasil asesmen diagnostik dan refleksi terhadap rapor pendidikan pada awal 2023 menunjukkan kemampuan literasi peserta didik kelas IV hingga VI masih perlu perhatian.
Setidaknya 41 persen peserta didik berada pada kategori kemampuan literasi dasar atau lebih tinggi, sedangkan yang lainnya masih memerlukan penguatan dalam memahami dan mengolah informasi dari bacaan.
“Dari itu, kami menghadirkan pendekatan belajar yang lebih menarik, kontekstual, dan dekat dengan dunia digital peserta didik,” ungkapnya.
Belajar Membaca Sekaligus Berkarya
Melalui Sikanca, peserta didik diajak mengolah berbagai bahan bacaan menjadi karya kreatif, seperti komik digital, infografis, poster cerita, visualisasi informasi, hingga kuis bacaan menggunakan Canva.
Prosesnya tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, juga dilatih memahami isi teks, menentukan informasi penting, menyusun kesimpulan, serta mengekspresikan ide dalam bentuk visual.
Pendekatan ini diharapkan membuat kegiatan literasi lebih menyenangkan sekaligus mendorong peserta didik aktif dalam proses pembelajaran.
“Anak-anak belajar bahwa membaca bukan sekadar menyelesaikan sebuah teks, mereka diajak memahami, berpikir, menyimpulkan, kemudian menghasilkan karya, sehingga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian belajar juga terus dikembangkan,” jelasnya.
Dari Data Awal Menuju Peningkatan
Penerapan Sikanca menunjukkan perkembangan positif terhadap pembelajaran literasi di SDN 2 Kapar. Berdasarkan data asesmen formatif yang terdokumentasi dalam program, persentase peserta didik yang mampu menyimpulkan isi bacaan meningkat yang sebelumnya 41 persen menjadi 89 persen.
Selain itu, 84 persen peserta didik menunjukkan peningkatan dalam mengekspresikan ide secara visual, lebih 90 persen juga telah aktif memanfaatkan akun belajar.id untuk mengakses Canva.
Hasil Rapor Pendidikan SDN 2 Kapar pada 2025, kemampuan literasi murid berada dalam kategori baik dan mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya, bahkan indikator ini menjadi salah satu capaian dan peningkatan tertinggi dalam rapor pendidikan sekolah.
Capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk mempertahankan praktik baik yang telah dilakukan sekaligus mengevaluasi indikator lain yang masih perlu diperkuat.
Tidak Berhenti pada Literasi
Selain kemampuan literasi, rapor pendidikan 2025 menjadi bahan refleksi SDN 2 Kapar untuk terus melakukan perbaikan pada berbagai aspek layanan pendidikan.
Beberapa indikator seperti kemampuan numerasi, karakter murid, kondisi keamanan sekolah, kualitas pembelajaran, dan kondisi kebinekaan sekolah menjadi perhatian untuk ditingkatkan melalui program serta tindak lanjut yang berkelanjutan.
Menurut Noviecka, rapor pendidikan bukan sekadar hasil penilaian, juga menjadi dasar refleksi bersama dalam menyusun langkah perbaikan kualitas pendidikan.
Sehingga diharapkan inovasi Sikanca dapat terus dikembangkan sebagai salah satu praktik baik pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital.
“Peningkatan literasi yang tercatat dalam Rapor Pendidikan menjadi penyemangat bagi kami, tentu ini bukan akhir dari perjalanan, justru menjadi bahan refleksi untuk terus memperbaiki pembelajaran dan meningkatkan seluruh aspek layanan pendidikan di SDN 2 Kapar,” ujarnya.
Melalui kolaborasi kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, dan seluruh warga sekolah, SDN 2 Kapar optimistis dapat terus menghadirkan pembelajaran yang kreatif, bermakna, dan berpihak kepada peserta didik.
Inovasi Sikanca menjadi salah satu langkah nyata bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari sekolah dengan memanfaatkan teknologi secara positif, sehingga peserta didik tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis, berkarya, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. (sah)






