sekata.id, TANJUNG – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabalong meluncurkan inovasi Sinergi Antisipasi Potensi Konflik (Sigap) sebagai proyek perubahan dalam mendeteksi dini potensi konflik.
Inovasi ini secara resmi diluncurkan Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, didampingi Dandim 1008/Tabalong, Letkol Inf Alexander Alan Primadi, Ketua PN Tanjung, Muhammad Nafis, perwakilan unsur Forkopimda, serta Kepala Kesbangpol Tabalong, Arbuansyah di Balai Dandung Suchrowardi, Kamis (01/10/2026).
Sigap Tabalong merupakan proyek perubahan dalam strategi penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam deteksi dini potensi konflik yang dilakukan Kesbangpol Tabalong.
Kepala Kesbangpol Tabalong, Arbuansyah mengatakan, inovasi Sigap dilatarbelakangi banyaknya konflik yang terjadi dan terdata dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini kita dasari dari banyaknya konflik-konflik yang kita data, mulai dari 2024 sampai 2025 ada sekitar 15 konflik. Jadi atas dasar itu kami mencoba untuk mensinergikan seluruh elemen masyarakat, seluruh pemangku kepentingan agar konflik kita tekan,” katanya.
Dijelaskannya, upaya menekan konflik ini dengan cara deteksi dini dan pencegahan dini yang menimbulkan konflik yang ada di Bumi Saraba Kawa Tabalong melalui Sigap.
Sigap Tabalong ini ada beberapa hal yang menjadi poin penting di antaranya identifikasi dan verifikasi potensi konflik, penyusunan peta konflik, penyusunan SOP deteksi dini dan pembentukan Forum Sigap.
“Jadi ada empat keluaran dalam proyek perubahan ini,” jelas Arbuansyah.
Ia juga mengungkapkan, konflik yang terjadi di Tabalong yang sudah diverifikasi dan diidentifikasi cukup beragam mulai dari konflik Pemilu, konflik lahan, konflik masyarakat adat, termasuk penyakit masyarakat (Pekat) seperti prostitusi dan narkoba.
“Jadi hal itu sudah kita identifikasi dan sudah petakan sampai ke tingkat kecamatan bahkan tingkat desa,” ungkapnya.
Ia menegaskan, inovasi Sigap tidak hanya melibatkan pemerintah dan aparat keamanan, juga seluruh elemen masyarakat memiliki kepentingan dalam upaya mencegah dan meminimalisasi potensi konflik di Kabupaten Tabalong.
“Makanya proyek perubahan ini kita ambil judul penguatan sinergi, strategi penguatan sinergi antar pemangku kepentingan. Jadi, tidak hanya pemerintah, aparat keamanan, semua masyarakat juga berkepentingan terhadap proyek perubahan ini,” tegasnya. (sah)






