sekata.id, TANJUNG – Para inovator pemenang lomba inovasi daerah menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam ajang Anugerah Inovasi Daerah 2025.
Ajang tahunan ini digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Tabalong di Pendopo Bersinar, Kamis (18/12/2025) pagi.
Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengatakan, Anugerah Inovasi Daerah merupakan sebagai bentuk apresiasi terhadap para inovator yang telah berkontribusi nyata dalam mengembangkan inovasi.
“Ini juga turut menyukseskan pelaporan indeks inovasi daerah kabupaten Tabalong tahun 2025,” kata sosok yang akrab disapa H Fani ini.
Ia juga meminta agar inovasi daerah yang ada tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjadi kewajiban strategis dalam peningkatan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.
“Mari kita jadikan inovasi sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban, sehingga Kabupaten Tabalong dapat terus menjadi daerah yang adaptif, berdaya saing, dan terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” mintanya.
Ajang Anugerah Inovasi Daerah 2025 ini terbagi dalam tiga kategori lomba inovasi daerah yakni Kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) atau SKPD, kategori Desa atau Teknologi Tepat Guna dan kategori Masyarakat.
Adapun pemenang kategori ASN atau SKPD, juara pertama
H Akhmad Husaini dengan inovasi Sistem Informasi Pengelolaan dan Pemeliharaan Kendaraan Bermotor (SIP2KB), juara kedua diraih Mahfuz Azianoor dengan inovasi Skrining, Informasi dan Pelayanan Tekanan Darah Terintegrasi (Siap Tensi).
Juara ketiga diraih Tim PSC dengan inovasi Public Safety Center (PSC) 119 Tabalong Smart, juara keempat diraih Herlianti Anggraini dengan inovasi Program Orang Tua Mengajar Langsung di Sekolah (Portal Angka) dan posisi kelima diraih Meldawati dengan Sistem Gerak Manusia (Sigema).
Untuk kategori desa atau teknologi tepat guna, juara pertama diraih PT AMTB Tabalong Bersinar Perseroda dengan inovasi Sistem Informasi Geospasial untuk Akselerasi Pelayanan air bersih (Sigap Air).
Juara kedua diraih Muhammad Farhat Adha Diannur dengan inovasi Sistem Pengatur dan Monitoring Jumlah Debit Air Berbasis Arduino (Simemodino 5.1), juara ketiga diraih Ahmad Soleh dengan inovasi Pengolahan Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar Minyak.
Juara keempat diraih Fitriyatun Chasanah dengan inovasi Mixer Karya Anak Banua untuk UMKM (Maka) dan juara kelima diraih Boby Chandera dengan inovasi Pembuat Arang Sekam Elektrik (Parsel).
Sementara untuk kategori masyarakat, juara pertama diraih Yustina Elifyanti dengan inovasi Sabun dan Lilin dari minyak Jelantah (Sabilah), juara kedua diraih Karmila dengan inovasi Local Brew: Inovasi Minuman Fermentasi Kombucha Berbasis Bahan Lokal dan Ramah Lingkungan.
Juara ketiga diraih Ahmad Yani Hadibrata dengan inovasi Pakan Ikan Alternatif Dengan Menggunakan Bahan Baku Bulu Ayam, juara keempat diraih Erniyati dengan inovasi Optimalisasi Nangka Menjadi Keripik Bernilai Ekonomi Bagi Masyarakat Daerah dan juara kelima diraih Temon Apriliana Ningrum Bimbel Calistung dan ABK dengan Biaya Terjangkau. (sah)






