Disnaker Tabalong Klarifikasi Isu Orang Dalam dan Peluang Kerja, Ini Penjelasannya

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong, Hady Ismanto (foto: sah/sekata.id)

sekata.id, TANJUNG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong angkat bicara terkait para peserta yang sudah menjalani pelatihan yang masih belum mendapatkan pekerjaan.

Keluhan ini ramai di media sosial, ada isu bahwa peluang kerja ke perusahaan harus ada orang dalam hingga beranggapan Disnaker tidak memedulikan nasib peserta yang telah menjalani masa pelatihan.

Bacaan Lainnya

Terkait hal itu, Disnaker Tabalong juga sudah mengundang para peserta pelatihan yang belum bekerja untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan secara langsung terkait isu yang beredar.

“Dari informasi di media sosial, kami melihat ada yang menanyakan bagaimana nasib mereka setelah pelatihan, sebenarnya hal ini sudah kami respons secara santun melalui media sosial juga,” kata Kepala Disnaker Tabalong, Hady Ismanto saat ditemui ke ruang kerjanya, Selasa (07/04/2026).

Menurut Hady, selama ini pihaknya tidak menjanjikan pekerjaan, namun menjamin peningkatan kompetensi atau skill sesuai dengan standar yang berlaku.

“Yang kami janjikan adalah standar kompetensi yang sesuai dengan pelatihan yang telah kami laksanakan. Dari situlah mereka harus berkompetisi dengan teman-temannya yang lain untuk bisa masuk program pemagangan atau masuk kerja,” ujarnya.

Mengenai isu adanya praktik orang dalam selama proses lamaran ke perusahaan, ia juga menegaskan akan menelusuri jika memang terbukti ada.

“Ini harus kami luruskan sebenarnya, kalau memang ada yang bisa membuktikan bahwa harus ada orang dalam, akan kami cek dan ricek,” tegas Hady.

Dijelaskannya, mengenai informasi dan lowongan pekerjaan pihaknya selama ini sudah menginformasikan secara luas dan terbuka terhadap peluang pemagangan ataupun pekerjaan.

“Perusahaan sangat selektif, mulai dari usia hingga hasil medical check up. Ada beberapa yang gugur karena faktor kesehatan dan lainnya,” jelasnya.

Hady juga berharap agar para peserta pelatihan yang masih mencari pekerjaan agar memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman.

“Saya sudah pernah bilang, untuk memasuki dunia usaha dan bisnis ataupun kerja ini, kebiasaan-kebiasaan yang dulu harus sudah tidak dilakukan lagi,” harapnya.

Sementara, salah satu peserta pelatihan alat berat angkatan pertama, Dzulkifli (32) mengaku dirinya tetap berusaha secara mandiri mencari peluang kerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Dzulkifli yang merupakan warga Desa Paliat, Kecamatan Kelua ini juga mengatakan telah mengirim puluhan lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan selama tiga bulan sebelum akhirnya diterima bekerja.

“Saya sudah puluhan kali kirim lamaran, hampir tiga bulan menunggu sampai akhirnya bisa bekerja,” katanya.

Ia juga tidak membenarkan adanya isu praktik orang dalam yang ingin diterima bekerja di perusahaan dalam proses penerimaan kerja.

“Kalau saya pribadi tidak ada seperti itu, saya diterima murni dari usaha sendiri,” jelasnya.

Dzulkifli berpesan dengan rekan-rekan satu angkatan yang sudah mengikuti pelatihan dan saat ini masih mencari pekerjaan agar tetap semangat mendapatkan peluang pekerjaan.

“Untuk teman-teman yang masih mencari pekerjaan, jangan mudah putus asa, karena Disnaker Tabalong sudah memaksimalkan memberi kita ilmunya, jadi tinggal masing-masing individu saja lagi untuk bisa berusaha,” tutupnya. (sah)

Pos terkait