sekata.id, TANJUNG – Implementasi program pemerintah pusat melalui Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI di Kabupaten Tabalong, terus berjalan di berbagai sektor mulai pembangunan infrastruktur desa, pemenuhan gizi masyarakat, ketahanan pangan, perumahan, kesehatan, hingga pendidikan.
Ketua DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Tabalong, Edy Rahmanto menjelaskan, arah pembangunan di daerah berjalan secara terintegrasi dengan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Hal itu mengingat, program pemerintah pusat yang menjadi prioritas saat ini, secara garis besar sesuai dengan arah pembangunan di Tabalong yang bergerak secara masif, terintegrasi, dan menyeluruh seluruh sendi kehidupan masyarakat.
“Mulai dari infrastruktur, pemenuhan gizi, papan, ketahanan pangan, hingga kesehatan dan pendidikan sudah berjalan,” jelasnya, Sabtu (18/07/2026).
Adapun implementasi pada sektor infrastruktur dari total 131 desa dan kelurahan di Tabalong, pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) sudah selesai dibangun 24 KDMP, sedangkan 17 lainnya masih dalam proses pembangunan.
Sektor pemenuhan gizi, setidaknya ditargetkan 34 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sudah ada 19 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah beroperasi dan sisanya masih tahapan pembangunan termasuk empat dapur yang disiapkan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Keberadaan SPPG ini juga dipersiapkan untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat (SR) yang direncanakan mulai dibangun tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Tabalong telah menyediakan lahan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Jalan Sarunai, Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, dan dapur MBG di lokasi tersebut telah selesai dibangun.
Selain itu, dukungan sektor swasta melalui PT Adaro Indonesia dalam memperkuat pelaksanaan program pembangunan tiga juta rumah. Tabalong sudah dibangun 100 unit rumah dan sudah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing.
Kemudian, bidang ketahanan pangan, program cetak sawah rakyat pada 2025 berhasil merealisasikan lahan baru seluas 274,75 hektare yang tersebar di lima kecamatan. Tahun ini program tersebut dilanjutkan melalui optimasi lahan, sementara untuk cetak sawah 2026 telah terverifikasi lahan seluas 1.131,79 hektare di empat kecamatan.
Lalu, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dimulai sejak Februari 2025 juga terus mencatat peningkatan cakupan layanan. Cakupan pada akhir 2025 mencapai 61.044 orang sementara cakupan selama periode Januari hingga Juli 2026 sebanyak 39.543 orang, mulai dari bayi hingga lanjut usia, telah memanfaatkan layanan tersebut.
Menurut Edy, capaian ini sudah menunjukkan bahwa pembangunan di Tabalong tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan di Tabalong tidak hanya sekadar membangun angka, melainkan membangun kualitas hidup manusia secara utuh,” ujarnya.
Dirinya juga mengakui bahwa implementasi berbagai program prioritas pemerintah pusat masih menghadapi sejumlah dinamika di lapangan, namun berbagai tantangan ini merupakan bagian dari proses pembangunan yang harus diselesaikan bersama.
“Perbedaan pandangan tentu hal yang wajar, namun pada intinya tujuan dari program prioritas ini adalah memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Karena itu diperlukan dukungan semua pihak agar seluruh program yang sedang berjalan dapat mencapai hasil yang maksimal,” ungkapnya.
Edy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga hasil pembangunan yang sudah dicapai dan memperkuat semangat gotong royong demi keberlanjutan pembangunan daerah.
“Mari kita jaga momentum yang baik ini dengan mempererat tali silaturahmi, menjaga kedamaian, dan merawat apa yang sudah dibangun. Bersama semangat gotong royong, mari kita bahu-membahu mendukung seluruh program ini demi masa depan Tabalong yang lebih baik, harmonis, dan penuh keberkahan,” ajaknya. (sah)






