sekata.id, TANJUNG – Berada di lingkungan sekolah dengan siswa yang mempunyai latar belakang beragam menjadi salah satu tantangan dalam cara belajar maupun minatnya.
Masing-masing siswa mempunya ciri khas dan keunikan tersendiri sehingga dengan demikian, guru harus bisa memberikan pilihan media pembelajaran menjadi solusi memenuhi kebutuhan belajarnya.
Refleksi diri yang dilakukan terhadap metode diskusi dan penugasan tidak maksimal terjadi dikarenakan di dalam diskusi secara kelompok tidak semua terlibat aktif dalam kegiatan selama pembelajaran, diskusi siswa hanya bermuara pada pengumpulan tugas tanpa dikomunikasikan hasil dari tugasnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, salah satu guru di SMPN 2 Tanjung, Kabupaten Tabalong, Nira Nawastiti melahirkan sebuah inovasi Stimulasi, Karyakan diri, Cari penyelesaian dan Komunikasikan menggunakan Chromebook (SKCK Chromebook).
Media pembelajaran ini dengan menggunakan laptop dalam proses belajar mengajar termasuk pemanfaatan google workspace dan pendampingan penggunaan chromebook selama pembelajaran sehari-hari dikelas. Pasalnya SMPN 2 Tanjung menjadi salah satu Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
Nira Nawastiti menjelaskan, inovasi SKCK Chromebook ini sebagai upaya membantu siswa mengembangkan kemampuan ataupun keterampilan dalam perkembangan teknologi saat ini seperti kolaborasi online, pemecahan masalah dan berpikir kritis.
“Para siswa juga dibekali keterampilan menggunakan teknologi yang sangat penting di era digital sekarang ini untuk membangun Generasi Emas 2045,” jelasnya, Selasa (12/08/2025).
Lebih lanjut, metode belajar tersebut dapat meningkatkan keterampilan digital siswa. Keunggulan inovasi ini sebelum dan sesudah penerapannya dilakukannya pendampingan secara terus menerus kepada guru dan siswa.
Guru dalam penerapan metode belaja, memastikan siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran menggunakan media chromebook dan google workspace.
Selain itu, proses pembelajaran dapat terpantau seperti pemberian kuis atau latihan dengan memanfaatkan salah satu fitur google workspace yaitu google form.
“Dengan google form, kuis dapat diatur dengan mode terkunci sehingga ketika siswa mengerjakan latihan atau kusi tersebut, siswa tidak bisa membuka tab baru pada chrome,” lanjutnya.
Inovasi ini juga bisa dilakukan secara berkelompok dengan memanfaatkan google doc dan pengerjaannya secara bersama-sama sehingga guru dapat memantau langsung, siswa yang aktif dan tidak aktif dalam bekerja kelompok.
Dengan menggunakan chromebook, siswa mempunya privasi sendiri terhadap file yang ingin disimpan karena dalam satu chromebook dapat menggunakan email belajar.id serta otomatis tersimpan.
Segala pembelajaran para siswa akan tersimpan dalam google classroom sehingga stimulus, tugas dan arsip lainnya tersimpan di email belajar.id masing-masing.
“Siswa tidak akan bingung dalam mencari bahan untuk mengulang pembelajaran dan orang tua pun nyaman dalam memantau pembelajarannya,” ujar Nira.
Ia menambahkan, inovasi metode belajar SKCK Chromebook untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan nyata dengan lebih percaya diri dan kompeten untuk masa depannya.
“Kami selaku guru yang selalu mengembangkan diri untuk memberikan pembelajaran yang efektif,” tambahnya. (sah)






