Meriah! Puluhan Grup Peserta Ramaikan Lomba Talintingan Bagarakan Sahur di Tabalong

Puluhan grup peserta menyemarakkan Lomba Talintingan Bagarakan Sahur di depan Gedung Saraba Kawa Tabalong, Kamis (05/03/2026) malam (foto: sah/sekata.id)

sekata.id, TANJUNG – Kemeriahan malam ke-16 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah atau 2026 di Kabupaten Tabalong diwarnai dengan Lomba Talintingan Bagarakan Sahur di depan Gedung Saraba Kawa Tabalong, Kamis (05/03/2026) malam.

Talintingan Bagarakan Sahur yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong merupakan tradisi masyarakat setiap bulan puasa, sekaligus melestarikan kearifan lokal.

Bacaan Lainnya

Puluhan peserta pun tampil dengan mengenakan pakaian seragam khas masing-masing grup dan memainkan alat musik dari drum plastik, wajan, galon air dan lainnya yang dipadukan teriakan yel-yel masing-masing peserta.

Terlihat kerumunan masyarakat sudah memenuhi Gedung Saraba Kawa Tabalong dengan antusias menyaksikan lomba Talintingan sambil mengabadikan momen tersebut menggunakan handphone.

Lomba Talintingan Bagarakan Sahur ini secara resmi dibuka Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani didampingi Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, perwakilan Anggota DPRD Tabalong serta perwakilan unsur Forkopimda.

Selain itu, juga turut hadir Ketua TP PKK Tabalong, Hj Desi Suryanti Noor Rifani, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tabalong, Nur Dewi Julianti dan sejumlah pejabat jajaran Pemkab Tabalong.

Suasana kemeriahan Talintingan semakin meriah dengan sorakan penonton saat para peserta sudah memainkan alat musiknya sambil berjalan kaki dengan rute dari Gedung Saraba menuju Kelurahan Sulingan, kemudian putar balik di depan SDN Sulingan dan kembali finis di Gedung Saraba Kawa.

Plt Kepala Disdikbud Tabalong, H Nanang Mulkani mengatakan, lomba Talintingan Bagarakan Sahur ini rutin dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan.

“Bagarakan sahur menjadi tradisi turun temurun masyarakat Tabalong sebagai bentuk syiar Islam sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi. Ini juga menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya tak benda daerah,” katanya.

Adapun para peserta berjumlah 41 grup yang terdiri dari 6 grup dari Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Utara (Amuntai) dan Hulu Sungai Selatan (Kandangan).

Sedangkan, peserta 35 grup dari lokal yang berasal dari sanggar seni, remaja masjid, sekolah, organisasi kemasyarakatan, komunitas yang tersebar pada 12 kecamatan di Tabalong.

“Lomba Talintingan kali ini terbagi dua kategori yaitu kategori umum (Banua Anam) dan kategori khusus wilayah Tabalong,” ungkap Nanang.

Ia juga menambahkan, masing-masing para peserta mendapatkan uang transportasi Rp1 juta dan memperebutkan total hadiah Rp55 juta.

“Masing-masing hadiah sama untuk kategori umum dan khusus yakni juara pertama Rp7,5 juta, kedua Rp6 juta, ketiga Rp5 juta, keempat Rp4 juta, kelima Rp3 juta dan keenam Rp2 juta,” tambahnya. (sah)

Pos terkait