sekata.id, TANJUNG – Sebanyak 98 peserta mengikuti Diklat Standarisasi Guru Alquran Metode Tilawati Level 1 di Gedung Informasi Pembangunan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Sabtu (02/07/2025).
Diklat ini digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tabalong dengan menggandeng Koordinator Pengembangan Alquran (KPA) Metode Tilawati Tabalong.
Pelatihan Standarisasi Guru Alquran ini pun secara resmi dibuka Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf dan turut dihadiri Ketua KPA Metode Tilawati Tabalong, Wahyudinnor, perwakilan NU, Baznas serta Polres Tabalong.
Ketua PC PMII Tabalong, Muhammad Nor Azimy Ilhami mengungkapkan, bahwa diklat metode tilawati ini pertama kali digelar PMII di Kalsel.
“Kami sangat terima kasih karena sudah bisa berkolaborasi dengan metode tilawati, ini pertama kali se-Kalsel bahwa PMII yang mengadakan metode tilawati ini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang sangat antusias untuk mendaftarkan diri mengikuti diklat tersebut.
“Ini sangat luar biasa, kemarin kalau kami tidak tutup pendaftaran kemungkinan bisa lebih dari seratus lebih yang mendaftar. Pesertanya pun sangat luar biasa, tidak hanya dari Tabalong bahkan peserta luar Tabalong,” ucapnya.
Azimy pun berharap, diklat metode tilawati ini bisa dilaksanakan kembali ke depan dengan bantuan dari Pemkab Tabalong bahkan kouta lebih banyak dan gratis.
“Mudah-mudahan untuk tahun depan bisa dianggarkan untuk pelatihan tilawati yang gratis dan untuk saat ini masih berbayar. Untuk tahun depan kami memohon agar bisa dianggarkan di Pemda sehingga bisa gratis dan kuotanya bisa banyak,” harapnya.
Sementara itu, Ketua KPA Metode Tilawati, Wahyudinnor mengatakan, kegiatan ini sebagai ikhtiar bersama untuk mencetak generasi-generasi Alquran dan meningkatkan kualitas para pengajar.
“Dengan berproses secara bersama-sama melalui pelatihan selama dua hari ini, kita akan melahirkan para ustaz-ustazah, guru-guru Alquran yang siap berproses untuk menjadi profesional,” katanya.
Ia menambahkan, para peserta akan diberikan bekal keterampilan dan kemampuan membaca Alquran mulai dari jilid satu sampai enam.
“Guru-guru yang ikut pelatihan ini akan mengajar Alquran sesuai kemampuannya masing-masing dan nanti sampai dimana capaiannya akan kami berikan pembinaan sehingga kemampuan bacaannya selalu meningkat,” tambahnya. (sah)






