sekata.id, TANJUNG – Sebanyak 92 pegawai sipil negara (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabalong mengakhiri jabatannya sebagai pejabat negara.
Puluhan PNS yang sudah purna tugas ini dilepas secara resmi oleh Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani di Balai Rakyat Dandung Suchrowardi, Rabu (16/07/2025).
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabalong, H Erwan mengatakan, 92 PNS purna tugas ini yang terhitung mulai 1 Febuari sampai 1 Juli 2025.
“PNS purna tugas yang telah memasuki batas usia pensiun di antaranya satu pejabat pimpinan tinggi pratama, 8 pejabat administrator, 7 pejabat pengawas, 60 pejabat fungsional dan 16 pejabat pelaksana,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga menetapkan pemberhentian PNS karena meninggal dunia sebanyak 10 orang dan telah mendapatkan keputusan Bupati Tabalong tentang Pemberian Kenaikan Pangkat Pengabdian, Pemberhentian dan Pemberian Pensiun Janda atau Duda.
“Juga menetapkan pemberhentian PNS atas permintaan sendiri ada satu orang dengan jaminan pensiun dan terakhir satu irang mengajukan pemberhentian karena tidak cakap rohani setelah sebelumnya mendapat rekomendasi dari dokter penguji yang ditunjuk oleh kementerian kesehatan,” ujar Erwan.
Salah satu pensiunan jabatan terakhir sebagai Kepala Dinsos, H Rusmadi menyampaikan rasa syukurnya dengan batasan usia telah memasuki masa pensiun.
“Ini suatu nikmat yang kami rasakan merupakan anugerah karena ada beberapa kawan-kawan kami sudah ada yang mendahului,” ucapnya.
Ditambahkannya, walaupun sudah memasuki masa pensiun, dirinya mengajak para PNS purna tugas selalu melakukan aktivitas.
“Mudah-mudahan di usia pensiun ini, kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, semakin bisa mendalami ilmu-ilmu agama sehingga menghadap sang khalik dalam keadaan tenang,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengapresiasi kepada para purnabtigaa yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun untuk melayani masyarakat, membangun daerah dan mewujudkan pemerintahan yang lebih baik.
“Bapak dan Ibu adalah teladan dalam kedisiplinan, integritas, dan loyalitas terhadap tugas. Kami menyadari, perjalanan pengabdian Bapak dan Ibu tentu tidak selalu mudah, penuh dinamika, tantangan dan pengorbanan,” ungkapnya.
Sosok yang akrab disapa H Fani ini juga berharap agar tali silaturahmi yang telah terjalin selama ini tetap terjaga dengan baik, meskipun sudah tidak lagi berada dalam lingkungan pemerintahan secara aktif.
“Semoga masa-masa yang akan datang membawa kebahagiaan, kesehatan dan keberlanjutan dalam berkarya, meskipun dalam bentuk yang berbeda,” harapnya. (sah)






